Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kecelakaan Kereta Api, Pemuda 20 Tahun Tertabrak KA Arjuno Ekspres di Jalur Rel Rampal Celaket Malang

Fathoni Prakarsa Nanda • Sabtu, 20 April 2024 | 17:49 WIB

 

 

Polisi dan relawan mengevakuasi jenazah Juanda Fernando yang tertabrak KA Arjuno Ekspres di petak antara Stasiun Malang dengan Stasiun Blimbing, Rampal Celaket
Polisi dan relawan mengevakuasi jenazah Juanda Fernando yang tertabrak KA Arjuno Ekspres di petak antara Stasiun Malang dengan Stasiun Blimbing, Rampal Celaket

MALANG KOTA - Perjalanan Kereta Api (KA) Arjuno Ekspres sempat terhambat di Kota Malang kemarin (19/4).

Sebab, kereta dengan nomor Grafik Perjalanan KA (Gapeka) 84F itu menabrak orang di petak antara Stasiun Malang dengan Stasiun Blimbing yang masuk wilayah Kelurahan Rampal Celaket, Kecamatan Klojen.

Korban sempat diduga pengidap gangguan jiwa.

Belakangan diketahui bahwa korban merupakan pemuda asal Sumatera Utara.

Namanya Juanda Fernando, 20, warga Kecamatan Tinada, Kabupaten Pakpak Bharat.

Warga di sekitar lokasi kejadian menyebut bahwa korban tertabrak KA jurusan Malang-Surabaya Gubeng itu sekitar pukul 06.30.

Kapolsek Klojen Kompol Syabain Rahmad Kusriyanto menduga pagi itu korban berjalan kaki hendak menyeberangi rel kereta api.

Dia tidak menyadari ada KA yang melaju kencang dari arah selatan menuju utara.

”Waktu itu petugas perlintasan di Jalan W.R. Supratman mendapati KA tiba-tiba terhenti. Kemudian ada laporan melalui HT tentang orang tertabrak KA,” kata dia

Petugas perlintasan bernama Recky Fajar Atianto, 39, itu langsung melakukan pengecekan ke petak KM 47 +7-8, tempat Juanda tertabrak.

Dia mendapati korban sudah meninggal dengan kondisi badan terbelah dua. Terpisah tepat di bagian perut.

Pada saat olah TKP pertama, warga sempat mengira korban merupakan pengidap gangguan jiwa.

Pakaiannya tampak lusuh.

Selain itu, di sekitar tubuh korban juga tidak ditemukan barang-barang sama sekali.

Terkesan tidak membawa apa-apa.

Identitas korban baru ditemukan pada saat olah TKP kedua, sekitar dua jam setelah kecelakaan.

Saat itu jenazah korban sudah dievakuasi ke Instalasi Kedokteran Forensik (IKF) Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA).

Petugas kembali menyisir lokasi kejadian dan menemukan tas berisi isi laptop serta ponsel.

Ada juga dompet berisi KTP korban.

Barang-barang itu ditemukan beberapa meter dari lokasi Juanda tertabrak.

Diduga, semua barang itu terlempar ketika lokomotif CC206 15 01 Depo Induk Cipinang, Jakarta, yang menarik KA kelas eksekutif itu mengenai badan korban.

Informasi yang didapat petugas, korban kesehariannya tidur di toko sekitar lokasi kejadian.

Namun, penyebab pasti mengapa korban bisa tertabrak masih dalam penyelidikan lanjutan. (biy/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#kecelakaan di malang hari ini #kecelakaan kereta api