Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bunuh Diri di Jembatan Tunggulmas Malang, Ternyata Wanita Ini Sempat Liburan ke Batu

Bayu Mulya Putra • Rabu, 8 Mei 2024 | 19:02 WIB
KALI KEEMPAT: Petugas gabungan mengevakuasi korban bunuh diri di Jembatan Tunggulmas, Kamis malam (6/5).
KALI KEEMPAT: Petugas gabungan mengevakuasi korban bunuh diri di Jembatan Tunggulmas, Kamis malam (6/5).

PERINGATAN! : Berita berikut ini mengandung konten kekerasan. Tulisan ini tidak bermaksud menginspirasi Anda melakukan kekerasan. Jika Anda merasa depresi atau bermasalah dengan kesehatan mental, segera hubungi profesional atau layanan terdekat.

MALANG KOTA - Setelah dibuka kembali mulai Mei 2022, ada tiga percobaan bunuh diri yang dilakukan di Jembatan Tunggulmas.

Semua bisa digagalkan warga.

Nihilnya korban jiwa karena bunuh diri itu hanya bertahan sampai Senin lalu (6/5).

BERITA TERKAIT! : Ingin Akhiri Hidup sejak 2021, Ini Hasil Visum Korban Bundir di Dekat Apartemen Begawan Jembatan Tunggulmas Malang

Sebab, pada Senin malam sekitar pukul 23.30, salah seorang perempuan ditemukan tergeletak di bawah jembatan.

Perempuan itu bernama AG, 20, warga Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

Jenazahnya ditemukan di bekas warung nasi dan kopi Nogo Keling.

Sekitar empat meter dari sungai.

Salah satu saksi bernama Diah Ayu Larasati menjelaskan, dia sempat mendapat teriakan pertolongan dari salah satu lelaki.

Saat itu, dia melintas di sana bersama pasangannya.

”Karena saya kira hanya modus, awalnya kami ragu untuk menghampiri,” jelas perempuan berusia 23 tahun itu.

Diketahui, jarak dari atas ke dasar jembatan sekitar 12 meter.

Selain jenazah, petugas juga mengamankan beberapa barang bawaan korban.

Seperti tas selempang biru, dompet, satu sepatu, kaus berwarna hitam dan tali tas.

Kapolsek Lowokwaru Anton Widodo menyebut bila korban masih berstatus pelajar.

”Tapi sudah bekerja. Kerjanya di Tangerang,” terang dia.

Dari penelusuran pihaknya, diketahui ada tiga orang saksi yang pertama mengetahui bunuh diri itu.

Dua di antara ketiga saksi tersebut mengenal korban.

”Saksi awalnya hendak berfoto, tapi topinya jatuh. Lalu saksi mencoba melihat keberadaan topi dengan penerangan dari ponsel. Saat itu, saksi melihat ada orang yang tergeletak,” lanjut Anton.

Saksi sudah mencoba memanggil korban, namun tidak ada respons.

Setelah itu, saksi meminta tolong warga setempat untuk melapor ke polisi.

Tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Hanya ada sedikit luka di bagian kepala.

Setelah dievakuasi, jenazah dibawa menuju RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Pihak kepolisian masih menunggu keluarga jenazah untuk meminta persetujuan visum.

”Sekarang keluarga sedang dalam perjalanan (menuju Malang),” imbuhnya.

Dari hasil pemeriksaan lanjutan, dua dari tiga saksi yang semula mengambil foto di tepi jembatan telah mengenal korban sejak 2021.

Petugas membutuhkan tali untuk menjangkau jenazah korban diduga bunuh diri di dasar jembatan Tunggulmas Malang
Petugas membutuhkan tali untuk menjangkau jenazah korban diduga bunuh diri di dasar jembatan Tunggulmas Malang

Mereka saling mengenal dari aplikasi game online.

Dua saksi tersebut juga dimintai tolong kakak AG di Jakarta untuk mencari korban.

Sebab, sejak Senin sore (6/5), AG tidak bisa dihubungi pihak keluarga.

Keduanya melacak korban melalui aplikasi dan mengetahui keberadaan AG di Jembatan Tunggulmas.

Hasil pemeriksaan kepada keluarga korban juga menyebut bahwa AG ternyata pamit rekreasi ke Malang.

Dia menginap di salah satu hotel di Kecamatan Lowokwaru sejak Sabtu lalu (4/5), dan sempat pergi ke Kota Batu.

Kepada dua saksi itu, AG pernah bercerita ingin mengakhiri hidup.

Namun, gagal pada 2021 setelah diberi masukan.

Perempuan berusia 20 tahun itu diketahui telah meninggalkan surat wasiat kepada keluarganya di Jakarta.

Surat itu diketik rapi dan dicetak di kertas.

Surat itu ditemukan pihak keluarga di kamar korban.

Menurut Anton, AG memang berniat mengakhiri hidup sebelum tiba di Kota Malang.

”Surat wasiat itu difotokan keluarganya. Otomatis itu dibuat sebelum keberangkatannya ke Kota Malang,” ucapnya.

Isinya tentang pilihan korban untuk tidak melanjutkan hidup dan memilih mengakhirinya di Kota Malang.

Sayangnya foto surat wasiat itu masih enggan dibuka polisi.

Anton juga enggan merinci permasalahan yang dialami Angelly.

Salah satu penjual minuman di sana mengatakan bila kasus bunuh diri itu menjadi yang keempat kalinya.

”Sebelumnya ada tiga orang yang mau loncat dari jembatan, tapi bisa digagalkan warga,” jelas pria yang enggan disebutkan namanya itu.

Dia menyebut bila penerangan di Jembatan Tunggulmas kerap mati dan nyala.

Bergantian di kedua sisi jembatan.

Mulai Kamis lalu (2/5) penerangan jembatan kembali mati sampai kemarin. (mel/aff/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#batu #Jembatan Tunggulmas #Bunuh Diri Malang