Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ingin Akhiri Hidup sejak 2021, Ini Hasil Visum Korban Bundir di Dekat Apartemen Begawan Jembatan Tunggulmas Malang

Fathoni Prakarsa Nanda • Kamis, 9 Mei 2024 | 14:53 WIB
Petugas membutuhkan tali untuk menjangkau jenazah korban diduga bunuh diri di dasar jembatan Tunggulmas Malang
Petugas membutuhkan tali untuk menjangkau jenazah korban diduga bunuh diri di dasar jembatan Tunggulmas Malang

PERINGATAN! : Berita berikut ini mengandung konten kekerasan. Tulisan ini tidak bermaksud menginspirasi Anda melakukan kekerasan. Jika Anda merasa depresi atau bermasalah dengan kesehatan mental, segera hubungi profesional atau layanan terdekat.

MALANG - Ada fakta baru dalam kasus bunuh diri di Jembatan Tunggulmas, dekat apartemen Begawan Kota Malang, Senin lalu (6/5).

Dari hasil visum et repertum, ditemukan penyebab meninggalnya perempuan yang belakangan diketahui bernama Angelly, 20.

Warga Kelapa Dua, Tangerang itu meninggal akibat pendarahan dalam di bawah telinga bagian kiri.

Kapolsek Lowokwaru Kompol Anton Widodo mengatakan, selain luka di bawah telinga kiri,korban juga mengalami luka di bagian paha luar.

“Ada memar di bagian paha sebelah kiri,” ujar Anton kemarin.

Namun luka yang paling parah di kepala, tepatnya bagian bawah telinga kiri.

“Setelah divisum, ternyata ada pendarahan dalam di sana,” papar Anton.

Selain itu, juga ditemukan memar di kepala kiri korban.

Luka trauma sepanjang delapan sentimeter itu diduga akibat benda tumpul.

Bisa jadi ketika terjatuh, kepalanya membentur landasan jembatan.

”Murni karena bunuh diri, melihat surat yang diketik korban di komputernya,” lanjut Anton.

Dia mengatakan, korban sudah berada di Malang sejak Sabtu lalu (4/5).

Korban menemui temannya yang sudah dikenal melalui game online sejak 2021.

Dari keterangan temannya tersebut, korban selalu ingin mengakhiri hidupnya sejak 2021.

“Pada Senin (6/5) korban mengirim pesan WhatsApp kepada temannya di Malang untuk berpamitan,” kata Anton.

Pesan WhatsApp itu masuk pukul 18.00.

Saat itu, temannya menduga korban berpamitan kembali ke Jakarta.

Namun tidak berselang lama, teman korban dihubungi kakak korban yang di Jakarta untuk mencarikan adiknya.

Kakak korban khawatir.

Sebab korban sudah check out dari hotelnya sejak pukul 14.00, namun ponselnya tidak bisa dihubungi.

Melalui aplikasi pencari perangkat di handphone kakaknya, lokasi korban teridentifikasi di area jembatan Tunggulmas.

Temannya lantas menyusul dan menemukan korban sudah tergeletak di bawah jembatan.

Saat ini jenazah korban sudah dibawa pulang ke Tangerang.

”Rencananya akan dimakamkan di sana,” pungkas Anton.(aff/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Jembatan Tunggulmas #Bunuh Diri Malang #begawan