MALANG KOTA – Duka menyelimuti dua keluarga di Jalan Ki Ageng Gribig Gang II, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, kemarin (21/5) kemarin.
Dua bocah bernama Natasya Ayu Sabrina, 7, dan Intan Aqilla Zaina, 8, meninggal setelah tenggelam di sungai dekat rumah mereka.
Satu bocah lagi yang bernama Raya Febrianti berhasil diselamatkan.
Informasi yang dihimpun wartawan Jawa Pos Radar Malang ketiga bocah itu berangkat mandi ke Sungai Lo (begitu warga sekitar menyebutnya karena di dekat sungai terdapat banyak pohon loa) sekitar pukul 15.30.
Jaraknya sekitar 50 meter dari rumah mereka.
Sungai yang memiliki aliran ke Sungai Amprong itu memiliki kedalaman sekitar tiga meter.
Ketiga bocah itu mandi dengan menceburkan diri ke sungai.
Pakaian mereka diletakkan di bawah pohon beringin yang akar-akarnya agak menjorok ke sungai.
Arusnya terlihat tenang.
Namun saat diperiksa kemarin, aliran air di sekitar pohon beringin itu cukup deras dan terdapat pusaran.
Menurut kesaksian seorang pemancing bernama Ardin, 23, sore itu dia dihampiri dua anak laki-laki yang memberi tahu ada anak tenggelam.
Awalnya Ardin sempat mengira dua anak laki-laki itu bercanda.
Namun saat mendatangi lokasi kejadian, Ardin melihat satu anak perempuan sedang berusaha berenang di tengah sungai.
Sementara satu bocah perempuan lain tersangkut rerimbunan bambu yang menjulur ke permukaan air.
Kondisinya sudah tidak bergerak.
Ardin bergegas masuk ke sungai dan menolong bocah perempuan yang bertahan untuk mengambang.
Belakangan diketahui bocah itu bernama Raya Febrianti.
Dia juga merupakan satu-satunya korban yang bisa berenang.
Warga lain yang datang langsung berusaha mencari dua korban lain.
Satu bocah langsung terlihat menyangkut di rerimbunan ujung bambu yang menjulur ke air.
Bocah itu bernama Natasya.
Satu korban lain, Intan, ditemukan di kumpulan sampah yang tersangkut potongan bambu kering di tengah sungai.
Jaraknya sekitar 30 meter dari tempat awal mandi.
Sayangnya, dua bocah itu sudah tak bernyawa.
Menurut Sumali selaku ketua RT setempat, terkadang anak-anak di wilayahnya mandi di sungai tersebut.
Mereka sudah mengenal lokasi kejadian.
Karena itu, musibah yang terjadi kemarin tidak pernah diperkirakan sebelumnya.
Sementara itu, Kepala SPKT Polresta Malang Kota AKP Ivandi Yudistiro mengaku sudah mendapat laporan tentang peristiwa itu.
Menurutnya, jarak ditemukannya korban meninggal pertama dan kedua sekitar lima meter.
Namun penemuan korban ketiga sempat melalui proses pencarian.
Tadi malam, korban meninggal dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) dekat rumah mereka.
Sementara korban selamat masih dalam perawatan medis akibat sempat sesak. (aff/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana