Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Polda Jatim Temukan Dua Jejak Panjang Pengereman dari Olah TKP Kecelakaan Bus SMP PGRI 1 Wonosari Malang

Fathoni Prakarsa Nanda • Kamis, 23 Mei 2024 | 15:58 WIB
Polda Jatim temukan dua bekas pengereman dalam olah TKP bus kecelakaan di tol Jombang yang mengangkut rombongan SMP PGRI 1 Wonosari Malang
Polda Jatim temukan dua bekas pengereman dalam olah TKP bus kecelakaan di tol Jombang yang mengangkut rombongan SMP PGRI 1 Wonosari Malang

RADAR MALANG - Rombongan SMP PGRI 1 Wonosari Malang mengalami kecelakaan di KM 695+400 jalur A Tol Jombang– Mojokerto.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang Iptu Anang Setiyanto mengatakan, rombongan terdiri dari 30 siswa, sembilan guru, lima mahasiswa magang, lima wali murid, dan dua kru bus.

”Kami menerima kabar kecelakaan menjelang pukul 12 malam,” kata dia.

Dari pemeriksaan sementara, Anang menyebut bahwa sopir bus yang bernama Yanto mengalami microsleep.

Akibat kecelakaan tersebut, Edi Sulistiyono yang merupakan kernet bus dan satu guru, yakni Edy Kresna Handaka, meninggal dunia.

”Selain dua korban meninggal, ada 14 orang yang mengalami luka ringan. Mereka dibawa ke RSUD RA Basoeni di Kabupaten Mojokerto,” terang dia.

Kepala IGD RSUD RA Basoeni dr Evy Maretnawati MKes membenarkan bahwa ada 14 orang korban kecelakaan yang ditangani oleh pihaknya.

Mereka mengalami luka-luka dan sampai di rumah sakit pada pukul 00.15.

”Untuk yang dirawat di tempat kami, Alhamdulillah hanya mengalami luka ringan,” beber Evy.

Setelah mendapatkan perawatan, 14 orang itu dipulangkan ke Malang menggunakan Toyota Hiace kemarin (22/5), sekitar pukul 08.00.

Sementara untuk dua korban meninggal sempat dibawa ke RSUD Jombang.

Mereka juga dipulangkan ke Malang kemarin sebelum pukul 08.00.

Polda Jatim juga turun untuk menyelidiki penyebab kecelakaan.

Dalam jumpa pers bersama awak media kemarin, Dirlantas Polda Jatim Kombespol Komarudin menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan sementara menunjukkan sopir yang bernama Yanto mengalami microsleep.

”Yang bersangkutan sempat tertidur hingga bus oleng ke kiri lalu menabrak truk. Kebetulan dia sopir utama dan tidak ada sopir pengganti,” jelasnya.

Terkait dengan kondisi di lokasi kejadian, pihak kepolisian menemukan bekas rem bus sepanjang 69 meter.

Lalu ada bekas pengereman lagi sampai posisi akhir berhenti sepanjang 188,2 meter.

”Dari hasil penyelidikan kami, bus berusaha mengerem sehingga timbul jejak sepanjang 69 meter. Setelah itu bus menabrak guardrail, kembali lagi ke jalur, dan mengerem lagi sehingga timbul jejak sepanjang 188,2 meter,” imbuh Komarudin.

Selain jejak di lokasi kejadian, polisi juga memeriksa kelengkapan administrasi.

Hasilnya, sopir memiliki surat dan dokumen uji kir kendaraan dalam kondisi hidup.

”Namun, kami tetap melakukan pendalaman. Ada delapan saksi yang kami mintai keterangan, termasuk sopir bus, sopir truk, dan penumpang,” ucapnya.

Komarudin menambahkan, saat ini para korban yang selamat juga sudah dipulangkan.

Demikian pula dua korban meninggal dunia, yakni satu kernet dan satu guru.

Posisi kernet bernama Edi Sulistiyono itu berada di bagian depan sisi kiri bus yang mengalami kerusakan paling parah.

Sedangkan guru bernama Edy Kresna Handaka 62, duduk di belakang sopir dan terkena benturan besi.

Di bagian lain, Kepala Pimpinan Cabang PT Jasa Raharja Jawa Timur Thamrin Silalahi menjelaskan bahwa para korban akan mendapat santunan.

Dua korban meninggal dunia mendapat masing-masing Rp 50 juta.

Sementara korban luka masing-masing senilai Rp 7,7 juta.

”Kami sudah serahkan santunan ke pihak keluarga,” bebernya.(mel/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#kecelakaan di jombang #SMP PGRI 1 Wonosari #Kecelakaan di Malang