Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Siswa SMPN di Kota Batu Tewas setelah Dikeroyok Temannya, Ini Penyebab Kematiannya

Fathoni Prakarsa Nanda • Sabtu, 1 Juni 2024 | 16:12 WIB
pemukulan yang ditengarai menyebabkan korban RWK mengalami pendarahan di otak dan meninggal
pemukulan yang ditengarai menyebabkan korban RWK mengalami pendarahan di otak dan meninggal

BATU – Miris! Seorang pelajar SMP N Batu meninggal setelah dikeroyok lima temannya.

Pengeroyokan itu bahkan direkam dalam sebuah video dan kini sudah menyebar melalui media sosial.

Kelima pelaku yang juga masih bocah sudah diamankan dan dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Peristiwa pengeroyokan itu terjadi pada Rabu lalu Rabu (29/5), sekitar pukul 15.00 di kawasan Vila Holanda, Songgokerto.

Korban merupakan siswa kelas 7B berinisial RWK, 13.

Pelaku utama kejadian itu adalah teman sekelas korban.

RWK juga memiliki saudara kembar berinisial RS yang juga sekolah di tempat yang sama.

Tapi berada di kelas 7C.

Setelah penganiayaan itu, RWK merasakan sakit di bagian kepala.

Tapi dia tidak pernah menceritakan kepada siapa pun, kecuali kepada saudara kembarnya.

Kedua bocah itu juga sepakat untuk menyimpan rapat-rapat peristiwa tersebut, termasuk kepada orang tuanya.

RWK masih takut lantaran para pelaku mengancam akan menghajarnya kembali jika penganiayaan itu sampai diketahui orang lain.

Akhirnya, kasus pengeroyokan tersebut baru terungkap ketika RWK dilarikan ke Rumah Sakit Hasta Brata kemarin (31/5), sekitar pukul 07.00.

Saat itu, RS mengeluh pusing dan sakit di bagian tangan kiri.

Menurut RF, saudara kembarnya itu sebenarnya sudah mengeluh sejak Kamis malam (30/5).

Tapi tidak diceritakan ke orang tuanya.

Rintihan RWK ternyata berlanjut hingga Jumat pagi.

”Dia sampai minta tolong,” ucap RF.

Akhirnya bocah kembar itu pun berterus terang.

Kepada orang tuanya, RF mengatakan bahwa kembarannya telah dikeroyok lima orang.

Saat itu juga RWK langsung dilarikan ke rumah sakit.

Sementara RF tetap berangkat ke sekolah seperti biasa.

Kabar sakitnya RWK memancing kecurigaan pihak sekolah.

Sebab, satu hari sebelumnya dia masih masuk seperti biasa.

Tak ada tanda-tanda yang mencurigakan.

Bahkan RWK masih bisa mengikuti ujian dengan lancar.

Nenek korban, Tutik, menceritakan bahwa setelah pulang sekolah pada Kamis lalu, RWK masih sempat bermain bola.

”Setelahnya ya masih diba’an seperti biasa saja. Bahkan malamnya juga masih sempat diminta kakeknya untuk idek-idek (pijat menggunakan kaki),” kata Tutik.

Karena itu pula, Tutik begitu terpukul kala mengetahui cucunya itu sudah tiada.

RWK dinyatakan meninggal sekitar pukul 10.30.

Padahal, pihak keluarga sudah sepakat untuk dilakukan tindakan operasi kepada RWK.

Semula operasi akan dilaksanakan pada pukul 13.00.

Namun, 10 menit setelah kesepakatan tindakan operasi itu, RWK mengembuskan napas terakhirnya.

Pendarahan di dalam kepala membuat nyawa bocah itu tak tertolong.(dre/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#SMPN #Kota Batu #pengeroyokan siswa #Tewas