Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Warga Gagalkan Percobaan Bunuh Diri di Jembatan Brantas Gatot Subroto Kota Malang

Bayu Mulya Putra • Rabu, 5 Juni 2024 | 17:47 WIB
SEMPAT MONDAR-MANDIR: Petugas dibantu warga membujuk EP, 33, perempuan yang diduga hendak bunuh diri di Jembatan Brantas.
SEMPAT MONDAR-MANDIR: Petugas dibantu warga membujuk EP, 33, perempuan yang diduga hendak bunuh diri di Jembatan Brantas.

PERINGATAN! : Berita ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan mental dan tidak dimaksudkan untuk menginspirasi perbuatan serupa. Bila Anda mengalami kecenderungan tekanan mental, segera hubungi profesional dan komunikasi dengan keluarga terdekat. Ingat, nyawa Anda berharga.

MALANG KOTA - Dini hari kemarin (4/6) sekitar pukul 00.40, Jembatan Brantas di Jalan Gatot Subroto, Blimbing menjadi saksi percobaan bunuh diri.

Beruntung, percobaan bunuh diri di jembatan Brantas Kota Malang yang hendak dilakukan EP, 33, warga Jalan Ikan Piranha, Lowokwaru bisa digagalkan.

Untuk diketahui, sebelum peristiwa di jembatan Brantas, ada kasus bunuh diri di Jembatan Tunggulmas, Lowokwaru Kota Malang pada 6 Mei lalu.

Saat itu, perempuan berusia 20 tahun yang berasal dari Tangerang menjadi korbannya.

Lagi-lagi perempuan lah yang mencoba bunuh diri di Jembatan Brantas dini hari kemarin.

Kabarnya, EP berstatus janda.

Niatannya untuk mengakhiri hidup diketahui warga sekitar.

Awalnya dia terlihat mondar-mandir di tepi jembatan.

Dia memarkir sepeda motor Honda Beat yang dibawanya di pinggir jembatan.

Dengan masih memakai helm, dia terlihat beberapa kali menengok ke bawah jembatan.

Salah seorang saksi mata kemudian melapor lewat aplikasi Jogo Malang Presisi pada pukul 00.40.

Petugas Sabhara Polresta Malang Kota langsung meluncur ke Jembatan Brantas.

Mereka menemukan EP dalam keadaan linglung dan berlinang air mata.

Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Yudi Risdiyanto mengaku anggotanya susah berkomunikasi dengan EP.

Tidak ada respons sama sekali dari yang bersangkutan.

Satu-satunya respons yang diberikan EP yakni menolak ketika diajak petugas menuju Polresta Malang Kota dengan ambulans.

”Di situ dia menolak dengan menangis. Namun setelah mendapat beberapa bujukan, akhirnya dia bersedia diberi pendampingan kesehatan oleh petugas,” lanjut Yudi.

Petugas belum mendapat kesimpulan tentang penyebab frustasinya EP.

”Saat ditangani petugas medis, psikis korban masih tertekan sehingga butuh waktu untuk menenangkannya,” lanjutnya.

Selang beberapa jam kemudian, EP dikembalikan petugas kepada pihak keluarga.

Mulai Januari sampai awal Juni ini, tercatat sudah ada empat percobaan bunuh diri di Kota Malang.

Tiga di antaranya terjadi di Kecamatan Lowokwaru.

Satu sisanya di Kecamatan Blimbing.

Dari empat kasus itu, tiga di antaranya bisa digagalkan warga dan petugas.

Satu-satunya korban yakni perempuan berusia 20 tahun yang loncat dari Jembatan Tunggulmas.

Yudi menjelaskan, rata-rata kasus bunuh diri disebabkan faktor kesehatan mental.

Penyebab utamanya ada dua.

Yakni kurangnya perhatian dari keluarga dan problem asmara. (aff/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#bunuh diri di jembatan #brantas #Kota Malang #gatot subroto