MALANG KOTA – Sesosok mayat lelaki ditemukan mengambang di Sungai Bango yang masuk kawasan Jalan Abimanyu, Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing, kemarin pagi (14/6).
Mayat itu tersangkut potongan ranting bambu dan batu.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan terdapat luka lecet di pelipis korban.
Belakangan diketahui bahwa korban bernama Munir, warga Jalan Lesanpuro XII, RT 6/RW 9, Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang.
Jenazah Munir ditemukan sekitar pukul 09.20 oleh Bambang Hermanto, 42, warga yang memiliki rumah di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
Rumah Bambang berada di pinggir tebing Sungai Bango.
Di dasar tebing terdapat lahan yang digunakan warga untuk membuang sampah.
Pagi itu Bambang berniat membuang sampah.
Saat sampai di tepi sungai, Bambang melihat benda menyerupai boneka yang mengambang.
Penasaran, Bambang memutuskan mendekati benda itu.
”Dari dekat baru terlihat jelas kalau itu mayat manusia,” ujarnya.
Bambang bergegas lari ke rumah dan memanggil anak laki-lakinya.
Mereka berdua kembali ke sungai untuk memastikan bahwa benda itu benar-benar mayat manusia.
Setelah diyakinkan anaknya, Bambang memanggil warga yang lain untuk melakukan evakuasi dan melaporkan kabar itu ke polisi.
Saat dievakuasi, terlihat sejumlah tato yang ada di tubuh Munir.
Misalnya di bagian dada, terdapat tato bergambar tengkorak manusia dengan sayap yang lebar.
Ada pula tato berupa tulisan di kedua lengannya serta tato besar di punggung.
Kasihumas Polresta Malang Kota Ipda Yudi Risdiyanto menjelaskan, saat ditemukan, korban yang merupakan pria kelahiran 31 Desember 1986 itu mengenakan setelan kaus dan celana pendek hitam.
Di saku kaus kiri korban terdapat tulisan ”What do you like?” disertai gambar sepasang kaki dengan sepatu hitam.
Pemeriksaan lanjutan menunjukkan di wajah korban tampak beberapa luka lebam seperti bekas terkena benda tumpul.
Ketika ditanya terkait kemungkinan penyebab kematian selain tenggelam, Yudi belum bisa memastikan.
”Saat ini jenazah berada di Rumah Sakit Saiful Anwar untuk divisum,” pungkas Yudi. (aff/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana