Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Terpeleset Solar, L300 Hantam Tiga Motor di Amadanom Dampit Malang, Korban Nyemplung Sawah dan Patah Tulang

Fathoni Prakarsa Nanda • Jumat, 28 Juni 2024 | 16:32 WIB

 

 

Warga menggotong salah seorang korban kecelakaan di jalan provinsi Desa Amadanom, Kecamatan Dampit, menggunakan kain sarung dan bambu
Warga menggotong salah seorang korban kecelakaan di jalan provinsi Desa Amadanom, Kecamatan Dampit, menggunakan kain sarung dan bambu

MALANG KABUPATEN - Sebuah mobil pikap Mitsubishi L300 hilang kendali dan menghantam 3 pengendara motor di jalan provinsi Desa Amadanom, RT 01/RW 01 Kecamatan Dampit, Rabu malam (27/6).

Akibatnya, sebagian pengendara motor dan orang yang dibonceng terjatuh ke persawahan.

Empat orang terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Arif Dirgantara, warga RT 01/RW 01 menerangkan, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 19.15.

Awalnya terlihat mobil pikap tanpa muatan yang melaju dari arah Dampit ke Tirtoyudo.

Mobil dengan nopol W 8743 P itu melaju dengan kecepatan tinggi di jalur berkelok dan menanjak.

Diduga, posisi mobil saat di tikungan terlalu ke tengah dan melewati garis median jalan.

”Tapi, sopir mengaku roda mobilnya seperti kena solar dan oleng. Dia kaget dan langsung banting setir ke kiri. Karena semakin tak terkendali, dia putar lagi setir ke kanan. Akibatnya bodi mobil berputar setengah lingkaran,” kata Arif kepada Jawa Pos Radar Malang, Kamis pagi (27/6).

Bagian belakang mobil itu kemudian menghantam tiga motor yang melaju dari arah berlawanan.

Satu motor yang dinaiki dua orang terjun bebas ke persawahan yang posisinya lebih rendah sekitar 4 meter dari bibir jalan.

Warga sekitar yang melihat kejadian itu langsung berusaha menolong para korban.

Termasuk yang terjatuh ke sawah.

Satu pengendara pertama yang ditolong tergeletak di bagian bawah bibir jalan dan terhalang pohon.

Dia tak sampai masuk sawah.

Sementara satu pengendara wanita lainnya tidak begitu beruntung.

Dia terjun bebas ke persawahan dan mengalami luka parah.

Arif menyebut darah dan luka terlihat dari kedua tangannya.

Dari pantauan di lokasi Rabu malam, wanita tersebut ditandu dengan peralatan seadanya oleh warga.

Posisi persawahan yang berada 4 meter di bawah bibir jalan makin mempersulit evakuasi.

Warga mencari bibir jalan yang agak landai sebelum menaikkan korban ke atas.

Jalur tersebut berliku dengan lanskap curam.

Selama dievakuasi, korban wanita itu mengerang kesakitan.

“Lengannya lecet dan keluar darah. Tapi, dia mengeluh sakit di bagian punggung. Kemungkinan ada luka dalam juga, dan memang masuk akal karena jatuh dari ketinggian,” imbuh Arif.

Perempuan itu sempat dibawa ke Klinik Global Dampit untuk pertolongan pertama.

Kemudian dirujuk ke RS Cokro Turen.

Ada juga yang dibawa ke RS Wava Husada Kepanjen.

Menurut Arif, sopir mengaku siap bertanggung jawab.

Pendataan yang dilakukan polisi menyebutkan, mobil pikap itu dikemudikan oleh Windyo Gigih Saputra, 24, warga Kecamatan Ampelgading.

Dia berkendara menuju ke arah Lumajang.

”Saat tiba di lokasi kejadian, Windyo merasakan roda kendaraannya terpeleset cairan licin dan hilang kendali,” kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Malang Ipda Joko Taruna.

Pikap itu kemudian menghantam tiga motor Honda Vario.

Dua korban luka pertama merupakan pengendara Vario N 3873 EEW yang bernama Moch. Eko Cahyono dan orang yang dia bonceng, yakni Hari Wahyudi, 59.

Keduanya merupakan warga Desa Kedok, Kecamatan Turen.

Satu korban lain tercatat masih berusia 14 bulan, yakni penumpang Honda Vario N 3649 EDC yang bernama Maulana Daren Al Fariz.

Balita asal Desa Kedok, Kecamatan Turen itu mengalami luka patah tulang paha kiri.

Sementara korban terakhir atas nama Siti Fatimah, 34, penumpang Honda Vario N 5054 EGD.

Warga Desa Sudimoro, Kecamatan Bululawang itu mengalami luka patah tulang bahu kanan. (fin/iza/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#dampit #l300 #amadanom #Kecelakaan di Malang