Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Misteri! Kematian Pelajar SMK di Malang Sisakan Teka-teki

Bayu Mulya Putra • Senin, 8 Juli 2024 | 00:45 WIB
DIDALAMI POLISI: Proses otopsi langsung dilakukan petugas terhadap jenazah Sahroni, pelajar SMK yang ditemukan meninggal Jumat siang (5/7).
DIDALAMI POLISI: Proses otopsi langsung dilakukan petugas terhadap jenazah Sahroni, pelajar SMK yang ditemukan meninggal Jumat siang (5/7).

KABUPATEN - Sejak tiba di Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKFM) RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Jumat malam (5/7) sekitar pukul 18.30, Gunawan berusaha tegar.

Namun, tangis pria berusia 44 tahun itu akhirnya pecah.

Warga RT 13/RW 2, Dusun Baran, Desa Urek Urek, Kecamatan Gondanglegi itu tak kuasa mengingat anak sulungnya, Sahroni, 17, yang meninggal dan hendak diotopsi.

”Saya belum tahu pasti kejadiannya. Saya juga kaget karena saat pulang ke rumah ada bendera (bendera kematian),” kata dia.

Sahrono, 17, ditemukan meninggal dunia di kamarnya, Jumat siang (5/7).

Menurut Gunawan, yang pertama tahu meninggalnya Sahroni adalah istrinya, Atin.

Kepada wartawan koran ini, Gunawan mengaku sempat melihat kondisi Sahroni.

Menurut dia, ada beberapa luka di bagian wajah anaknya.

Tepatnya di bawah pelipis mata sebelah kanan.

Sebelumnya, Gunawan menyebut kalau Sahroni sudah tidak pulang ke rumah selama dua hari.

Kepada dia dan istrinya, Sahroni pamit pergi bersama teman-temannya.

Dia juga diketahui menginap di rumah pacarnya di Dusun Prembangan, Desa Sawahan, Kecamatan Turen.

Menurut dia, Sahroni yang kini naik ke kelas 12 SMK sudah sering menginap di rumah pacarnya.

Keponakan Sahroni yang bernama Ahmad Zaki Zam-zami menuturkan, selama ini korban dikenal pandai dalam bergaul.

”Anaknya selalu grapyak dengan temannya,” kata dia.

Kebetulan, Zaki dan Sahroni sama-sama menempuh pendidikan di satu sekolah.

Tepatnya di Jurusan Animasi SMK Ali Utsman, Kecamatan Gondanglegi.

Dari pantauan koran ini, proses otopsi berlangsung hingga Jumat malam menjelang pukul 23.00.

Setelah itu, jenazah dipulangkan sekitar pukul 23.38 ke rumah duka.

Masih di tempat yang sama, Kasat Reskrim Polres Malang AKP Gandha Syah Hidayat menyebut bila korban diketahui meninggal dunia pada Jumat lalu (5/7) pukul 12.00.

Ditanya terkait hasil otopsi, Ganda menuturkan bahwa di bagian tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan.

Namun, dia bagian pelipis mata sebelah kanan memang ditemukan sedikit luka.

Dua mata korban juga berwarna merah.

”Kami juga mengambil beberapa sampel bagian organ dalam untuk uji toksikologi di labfor. Selebihnya, kami masih menunggu hasil otopsi resmi,” kata Gandha.

Polisi terus mendalami kasus tersebut.

Sampai kemarin, total sudah ada sembilan orang saksi yang diperiksa.

Terdiri dari tetangga, teman, dan saudara korban.

Petunjuk tentang dugaan pembunuhan juga disampaikan paman korban, Wawan Mathuri, 48.

Dia menyebut jika sudah sekitar lima hari belakangan Sahroni berada di rumah pacarnya.

Dengan sekali pulang sebentar dan pergi lagi.

Memang, dia menyebut korban sudah biasa pulang dini hari.

Sahrono juga senang menonton kesenian Bantengan bersama teman-temannya.

Jumat lalu (5/7), korban pulang sekitar pukul 04.00.

Saat ditemukan meninggal oleh ibunya, Wawan menyebut bila posisi Sahroni masih menyanggah kepala.

Sementara tangan kirinya tertekuk ke dalam.

Dia mengatakan ada luka semacam sayatan di bawah pelipis mata kanan korban.

Saat meninggal, hidung dan mulut korban juga mengeluarkan darah.

”Tangan kanannya bengkak, ada bekas memar. Bajunya juga banyak noda kena tanah,” sebut Wawan.

Atin, 41, ibu korban mengaku mendapati anak pertamanya tidur pulas Jumat pagi setelah pulang.

 ”Kepala anak saya tidak sengaja ketendang saya,” ucap dia.

Kala itu, kakinya mengenai bagian belakang kepalanya.

Namun saat itu korban tidak bergerak sama sekali.

Mengetahui itu, Atin mengira anaknya sangat kelelahan.

Dia berharap teka-teki kematian anaknya bisa diungkap aparat. (mel/biy/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#pelajar smk #kematian #Teka Teki #malang #misteri