MALANG KOTA – Rumah kosong di Jalan Dali Selatan, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun terbakar dini hari kemarin (1/8).
Diduga, kebakaran itu disebabkan oknum warga yang membuang puntung rokok sembarangan.
Di depan rumah yang mayoritas berkerangka kayu itu juga ada tumpukan rongsokan dari warga sekitar.
Baca Juga: Di Kabupaten Malang, Ternak Sapi dan Ayam senilai Rp 2,3 M Hangus Terbakar
Jadilah api dengan cepat tersulut.
Irawati, warga yang tinggal di sekitar rumah kosong itu menyebut bila kebakaran terjadi sekitar pukul 01.55.
Ketika keluar rumah, dia sudah mendapati rumah seluas 12 meter persegi terbakar.
Sebelumnya, dia sempat mendengar suara ledakan.
Baca Juga: Lereng Gunung Arjuno Malang Terbakar
”Setelah dicek melalui CCTV, ternyata pukul 01.30 ada seorang pemulung masuk ke rumah kosong itu,” ujar Irawati.
Dalam rekaman CCTV itu, terlihat seorang laki-laki yang membawa karung kosong.
Selang 10 menit, sambil merokok, pemulung itu meninggalkan rumah kosong dengan karung yang sudah penuh barang rongsokan.
Irawati menduga kebakaran itu disebabkan puntung rokok dari pemulung itu.
Setelah mengambil rongsokan, puntung rokoknya membakar sisa sampah yang tertinggal dan perlahan menyulut api.
Beruntung, sore hari sebelum kebakaran Kota Malang dilanda hujan deras.
Itu sedikit menghambat api cepat membesar meski sebagian besar bagian rumah kosong itu adalah kayu.
Irawati menyebut bila rumah kosong itu milik Bu Herry, seorang warga asal daerah itu yang sekarang sudah pindah.
Rumah itu sudah kosong lebih dari delapan tahun.
Baca Juga: Rumah di Kromengan Malang Terbakar, Rp 30 Juta Melayang
Sempat diperbaiki lima tahun lalu, namun hingga saat ini belum ada yang menempatinya lagi.
Sejak saat itu warga mulai menjadikan rumah kosong itu sebagai tempat menimbun rongsokan.
”Butuh waktu 15 menit untuk memastikan api benarbenar padam,” ujar Kepala Damkar Kota Malang Agoes Soebekti.
Sebanyak tiga unit mobil Damkar diterjunkan bersama 11 petugas.
Api berhasil dipadamkan pada pukul 02.20. Total petugas membutuhkan 3.000 liter air. (aff/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana