KABUPATEN - Nasib apes dialami Timan, warga Dusun Karangsuko, RT 17/RW 3 Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur, kemarin (8/4).
Gara-gara membakar sampah kemudian ditinggal, rumahnya pria berusia 64 tahun itu ikut terbakar dan hampir habis.
Kerugian diperkirakan mencapai Rp 100 juta.
Yang tersisa dari rumah Timan tidak banyak.
Hanya dinding bagian depan, kusen jendela dan pintu, serta atap teras.
Ruang tamu hingga ke bagian belakang ludes dilalap api.
Sebagian besar bahan bangunan rumah berukuran 8x12 meter itu terbuat dari kayu.
Hanya ada fondasi plus tembok setinggi satu meter yang digunakan untuk menyangga dinding anyaman bambu.
Karena struktur penyangga bangunan habis terbakar, genting rumah itu berjatuhan.
Terlihat perabotan di dalam rumah ikut ludes.
Kapolsek Bantur AKP Sutadi mengatakan, kebakaran itu terjadi sekitar pukul 10.15.
Awalnya, pemilik rumah membakar sampah yang dicampur dengan sisa kayu di belakang rumahnya.
”Kemudian saudara Timan istirahat di dalam rumah bersama anaknya. Istri Timan keluar rumah untuk mencari rumput,” kata Sutadi.
Tanpa disadari, api yang membakar sampah merembet ke dinding rumah dan kandang sapi yang kosong.
Tetangga yang mengetahui ada kebakaran langsung memanggil Timan yang sedang tidur.
Warga juga berupaya melakukan pemadaman dengan menyiramkan air.
Karena angin sedang berembus kencang, api cepat membesar.
Salah satu tetangga Timan, Maria Ulfa, 41, mengatakan bahwa warga juga berjaga di sisi kanan dan kiri rumah untuk mencegah api menyambar ke bangunan sebelah.
”Ada api langsung disiram,” tuturnya.
Warga yang lain membantu Timan mengeluarkan beberapa perabotan, televisi, kursi, dan tiga sepeda motor.
Damkar Kabupaten Malang yang datang tidak dapat menyelamatkan rumah Timan dari kobaran api.
Namun mereka tetap melakukan pembasahan terhadap puingpuing bangunan yang masih membara.
Api benar-benar padam sekitar pukul 12.00.
Sutadi menambahkan, di samping rumah Timan terdapat tumpukan kayu olahan jati, mahoni, dan pohon nangka.
Sebagian besar ikut terbakar.
Untungnya tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini. ”Kerugian materiil sekitar Rp 100 juta,” tandasnya. (iza/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana