KABUPATEN – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Desa Krebet Senggrong, Kecamatan Bululawang kemarin siang (9/8).
Kecelakaan itu melibatkan tiga kendaraan roda empat.
Yakni sebuah Toyota Hardtop, angkutan desa Suzuki Carry, dan pikap Mitsubishi L-300.
Hanya ada korban luka ringan dalam kejadian itu. Kecelakaan beruntun itu terjadi sekitar pukul 14.00.
Awalnya, sebuah angkutan desa Suzuki Carry bernopol N 1163 UE yang dikemudikan Yuswandi, 61, melaju ke arah Pasar Gadang untuk kulakan sayur.
Warga Desa Sukoanyar, Kecamatan Wajak, itu menjalankan mobil dengan kecepatan sedang. ”Posisi saya jalan dari timur (dari Wajak ke Kota Malang),” ujarnya.
Di depan Yuswandi ada Mitsubishi L-300 pengangkut sound system dengan nopol G 8587 BC yang dikemudikan Subut, 33, Warga Desa Banteng, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Tapi jaraknya masih lumayan jauh.
Tiba-tiba saja, dari arah berlawanan ada mobil Toyota Land Cruiser (Hardtop) dengan nomor polisi N 1378 HB dan haluannya condong ke kanan.
Mobil itu dikemudikan itu Sung Sabda Gumelar, 27, warga Desa Suwaru, Kecamatan Pagelaran.
Hardtop itu pun menabrak sisi kanan ruang kemudi L-300 itu.
”Pas ditanya, sopir Hardtop itu mengaku agak ngantuk,” kata dia.
Setelah menabrak L-300, mobil jenis jip itu masih tetap melaju, hingga akhirnya menabrak angkutan desa milik Yuswandi.
Kerusakan yang dialami Hardtop itu cukup parah.
Lampu depannya pecah, bumpernya juga ringsek. Bahkan roda depan sisi kanan sampai terlepas.
Sementara itu, angkutan dewa milik Yuswandi mengalami kerusakan di bagian bodi dan kaca depan.
Untuk L-300 mengalami kerusakan di pintu kisi dan lampu depan.
Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Malang Ipda Joko Taruna mengatakan, Yuswandi mengalami luka lecet akibat kecelakaan itu.
Sedangkan Sung Sabda Gumelar mengaku merasa pusing.
Meski demikian, kecelakaan itu dikategorikan tidak ada korban.
“Hanya materi saja sebesar Rp 30 juta,” sebut dia.
Truk Terguling Malam sebelumnya, sebuah truk Mitsubishi dengan nopol N 9346 EI terguling di Jalur Lingkar Barat (Jalibar), Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, Kamis (8/8).
Diduga, truk bermuatan tebu itu gagal menanjak lantaran sang sopir kurang menguasai medan.
Polisi belum bisa memastikan apakah kasus itu juga dipicu kelebihan muatan.
Kasus serupa pernah terjadi pada 14 Juni 2024.
Saat itu, sebuah truk gandeng berwarna hijau dengan nopol S-8925-US terguling di tempat yang sama.
Bak belakang truk terguling ke sisi kiri dan membuat muatan tebu tumpah ke jalan.
Hasil pemeriksaan polisi juga menyebut kecelakaan itu terjadi lantaran sopir tidak menguasai medan.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Malang Ipda Andi Agung mengatakan, kecelakaan Kamis malam itu terjadi sekitar pukul 19.40.
Truk tersebut dikemudikan oleh Supriono, 40, warga Desa Ngajum, Kecamatan Ngajum.
Awalnya Supriono berangkat dari Ngajum menuju PG Kebonagung di Kecamatan Pakisaji.
Setelah melintasi jembatan Jalibar, truk gagal menanjak dan malah terguling ke kiri.
”Keterangan awal yang kami terima, pengemudi tidak menguasai medan, sehingga terguling di tanjakan,” jelas Andi.
Sebagian muatan tebu pun tumpah, menutup lajur sebelah kiri Jalibar.
Evakuasi dilakukan dengan menurunkan muatan tebu seluruhnya terlebih dahulu.
Kemudian dilanjutkan dengan mengembalikan truk ke posisi normal.
Evakuasi selesai pada pukul 23.00. (biy/iza/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana