Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kereta Api sampai Berhenti Luar Biasa! Gempa 5,8 Magnitudo Guncang Gunung Kidul, Berdampak hingga Stasiun Malang-Blitar

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Selasa, 27 Agustus 2024 | 21:30 WIB
Jalur kereta api di Sumberpucung relasi Stasiun Malang-Blitar yang diperiksa pasca gempa 5,8 magnitudo di Gunung Kidul Yogyakarta
Jalur kereta api di Sumberpucung relasi Stasiun Malang-Blitar yang diperiksa pasca gempa 5,8 magnitudo di Gunung Kidul Yogyakarta

MALANG - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya memberlakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) untuk KA Commuterline Penataran rute Malang - Blitar di Stasiun Sumberpucung pada pukul 21.07 WIB.

Itu setelah gempa yang melanda Gunung Kidul, Yogyakarta, pada Senin (26/8) pukul 20.40 WIB.

Meskipun pusat gempa berada cukup jauh, getarannya terasa jelas di Stasiun Pohgajih dan Stasiun Kesamben yang termasuk dalam area operasional Daop 8 Surabaya.

Menurut Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, operasional kereta api di wilayah Daop 8 Surabaya tetap berjalan normal.

Gempa berkekuatan 5,8 SR getarannya terasa hingga Stasiun Pohgajih, Stasiun Kesamben, dan sekitarnya.

Kepastian ini diperoleh setelah dilakukannya pemeriksaan menyeluruh terhadap struktur rel, termasuk kekuatan bangunan seperti jembatan rel KA.

Luqman Arif menjelaskan bahwa saat gempa terjadi, Pusat Pengendali Operasi KA Daop 8 Surabaya memerintahkan KA Commuterline Penataran rute Malang - Blitar untuk melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun Sumberpucung pada pukul 21.07 WIB.

Itu sambil menunggu pemeriksaan terhadap kondisi infrastruktur perkeretaapian seperti rel, jembatan, dan terowongan di wilayah Daop 8 Surabaya.

Setelah pemeriksaan jalur KA oleh petugas rel, jembatan, dan terowongan pada pukul 21.24 WIB, jalur dinyatakan aman untuk dilalui kereta api.

Sehingga operasional kembali normal.

"Para petugas KAI memastikan bahwa jalur KA aman dan seluruh kereta api diperbolehkan melanjutkan perjalanan," ujar Luqman Arif.

Luqman Arif menambahkan bahwa seluruh petugas KAI selalu siaga untuk menghadapi segala kemungkinan terkait bencana alam, termasuk gempa bumi.

Di lokasi-lokasi rawan, petugas penjaga selalu disiagakan untuk memantau kondisi infrastruktur.

"Koordinasi terus dilakukan antara petugas rel, jembatan, dan seluruh jajaran operasional, termasuk masinis yang selalu mendapatkan informasi terbaru dari Pusat Pengendali Operasi KA Daop 8 Surabaya. Hal ini dilakukan untuk memastikan keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api," tutup Luqman Arif.

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Blitar #Gunung Kidul #berhenti luar biasa #kereta api #malang #Gempa