Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kenang Tragedi Kanjuruhan lewat Beragam Karya, Mahasiswa FIB UB Gelar Pameran

Bayu Mulya Putra • Selasa, 1 Oktober 2024 | 19:33 WIB
MENOLAK LUPA: Banner yang menceritakan proses pengusutan tragedi Kanjuruhan ditampilkan di gedung A FIB UB, kemarin.
MENOLAK LUPA: Banner yang menceritakan proses pengusutan tragedi Kanjuruhan ditampilkan di gedung A FIB UB, kemarin.

MALANG KOTA - Memori tragedi Kanjuruhan yang terjadi 1 Oktober 2022 tak akan pernah terlupa.

Untuk terus menjaga ingatan peristiwa yang menggugurkan 135 orang itu, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB) menggelar pameran di gedung A FIB UB, kemarin (30/9).

Pameran itu bertajuk ’Tragedi yang Terlupakan Belum Terurai Namun Dianggap Usai’.

Pameran menampilkan beberapa memori yang menggambarkan tragedi Kanjuruhan.

Mulai dari kronologi pengusutan peristiwa, lukisan, puisi, foto hingga pemutaran video pendek yang menceritakan tragedi Kanjuruhan. Ketua Pelaksana Pameran FIB UB M.

Febbyzio Damoestya mengatakan, pameran tersebut memang bertujuan mengingatkan memori publik.

Baik dari sisi politik, hukum maupun ekonomi.

”Khususnya untuk mengenang ratusan nyawa yang hilang dan memberikan support keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.

Karya-karya yang dipamerkan tidak hanya berasal dari mahasiswa UB saja.

Banyak komunitas yang menyumbangkan beberapa benda-benda yang bernilai sejarah tragedi Kanjuruhan.

Misalnya puing-puing bangunan dari runtuhan gate 13.

Zio mengaku mendapat itu dari jaringan solidaritas keluarga korban.

Dia berharap pameran tersebut bisa memberikan edukasi kepada para pengunjung.

Agar mereka tahu dan tak lupa terhadap peristiwa terbesar dalam sejarah sepak bola tanah air.

”Kami juga berharap pemerintah tidak menutup mata atas kejadian tersebut, karena kami rasa ini belum sepenuhnya tuntas,” papar mahasiswa jurusan Sastra Inggris tersebut.

Salah satu pengunjung pameran Haninda Navira Putri mengaku terkesan dengan instalasi yang dipamerkan.

Ada rasa sakit yang dirasakannya saat membaca dan melihat karya-karya yang dibuat para mahasiswa. (ori/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Tragedi Kanjuruhan #fib ub #pameran