Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Diduga Bundir, Perempuan Muda Tewas Tertabrak KA di Pakisaji Malang

Fathoni Prakarsa Nanda • Jumat, 11 Oktober 2024 | 22:00 WIB
MAKIN SERING: Relawan medis dan polisi mengevakuasi jenazah Siva Salsabila Ramadani yang tewas setelah tertabrak KA Majapahit di petak KM 60+8/9, sebelah selatan Stasiun Pakisaji, Kabupaten Malang.
MAKIN SERING: Relawan medis dan polisi mengevakuasi jenazah Siva Salsabila Ramadani yang tewas setelah tertabrak KA Majapahit di petak KM 60+8/9, sebelah selatan Stasiun Pakisaji, Kabupaten Malang.

KABUPATEN - Satu nyawa kembali melayang di lintasan kereta api yang masuk wilayah Kabupaten Malang.

Kali ini korbannya adalah perempuan berusia 20 tahun bernama Siva Salsabila Ramadani.

Polisi menduga korban sengaja bunuh diri (bundir) dengan menghadang KA Majapahit jurusan Malang Pasar Senen di sebelah selatan Stasiun Pakisaji, Rabu malam (9/10).

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.10.

Awalnya, aktivitas warga di lokasi kejadian sedang normal normal saja.

Di dekat rel KA petak KM 60+8/9 juga sedang berlangsung acara tahlilan.

Tiba tiba, warga melihat lokomotif CC2039509 dari Depo Induk Purwokerto yang membawa gerbong KA Majapahit berhenti.

”Warga tidak mendengar bunyi klakson panjang dari KA. Tahu tahu KA berhenti dan semua berkerumun,” kata Ketua RT 19/RW 4, Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Yosep Versi Lala.

Begitu didekati, ternyata ada perempuan muda yang tertabrak kereta api.

Korban mengenakan kaus hitam, berbadan gemuk, dengan rambut pirang karena dicat, dan tingginya setara dengan pundak orang dewasa normal.

Tampak luka parah di bagian kepala dan badan korban.

Berdasarkan cerita para saksi, Yosep memperkirakan korban sengaja mengakhiri hidup dengan menabrakkan diri ke KA.

Semula korban terlihat duduk di sisi barat rel.

Ketika kereta sudah mendekat, tiba tiba korban menyeberang ke sisi timur.

”Ibaratnya dia mapak (menjemput) kereta api ketika sudah dekat. Bukan karena dia berjalan lalu tertabrak,” ujar dia.

Yosep menyebut korban tidak terlihat seperti warga sekitar RW 4.

Korban bahkan tidak membawa kartu identitas dan kendaraan ketika datang ke lokasi bunuh diri.

Karena itu, warga dan polisi sempat tidak mengetahui identitas korban sampai dibawa ke Instalasi Kedokteran Forensik (IKF) RSUD Kanjuruhan, Kepanjen.

Baru sekitar pukul 23.00, identitas korban terungkap.

Perempuan itu bernama Siva Salsabila Ramadani, 20, beralamat KTP di Jalan Zainal Zakze IIIA, RT 11, RW 1, Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

”Tapi dia sudah lama tinggal di Pakisaji. Alamatnya di Desa Karangpandan,” ungkap Kapolsek Pakisaji AKP Indra Subekti kemarin (10/10).

Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Malang, alamat di Kota Malang adalah rumah kakak korban.

Sedangkan sebagian keluarga Siva berada di Kecamatan Pakisaji.

Dengan keterangan saksi di lokasi, polisi menyimpulkan adanya dugaan bunuh diri yang dilakukan Siva.

Akan tetapi, pihaknya tidak menelisik lebih jauh dugaan tersebut lantaran pihak keluarga menyatakan menolak otopsi.

Jenazah korban akhirnya dikebumikan kemarin pagi. (biy/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#kereta api (KA) #Kabupaten Malang #bunuh diri