RADAR MALANG - Suster Nikolin Padjo, biarawati Katolik berusia 60 tahun, menjadi salah satu korban dalam letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki yang terjadi pada Minggu malam (3/11) di bagian tenggara Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.
Suster Nikolin, tertimpa batu besar yang menghantam kamar tidurnya di biara akibat letusan gunung setinggi 1.584 mdpl tersebut.
Dia telah menjalani kaul kekal selama 35 tahun dan memimpin komunitas Biara SSpS di Boru selama tiga tahun terakhir.
Sebelum musibah itu menimpa, Suster Nikolin sempat berusaha menyelamatkan anggota komunitas dan anak-anak asrama saat letusan terjadi.
Sayangnya, aliran lava panas dan lontaran material menghancurkan sejumlah bangunan di sekitar gunung dan menelan beberapa korban jiwa.
Pada hari Senin (4/11), dilaporkan 10 orang meninggal dunia, terdiri dari empat pria dan enam wanita, dengan Desa Hokeng Jaya, Dulipali, dan Klatanlo sebagai wilayah terdampak terparah.
Sebagai penghormatan terakhir, Misa Requiem diadakan untuk Suster Nikolin di Biara SSpS Kewapante.
Dia dimakamkan di pemakaman para suster SSpS di Desa Watumilok, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka pada hari Selasa (5/11) pukul 09.00 WITA.
Jasa dan pengorbanannya semasa hidup akan selalu dikenang oleh orang-orang yang mencintainya. (Najwa Azelia Putri Nasution)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana