KABUPATEN MALANG - Insiden dua orang carok di Desa Bumirejo, Kecamatan Dampit Sabtu sore (9/11) bikin geger warga.
Musoli, 41, yang warga Bumirejo Dampit, belakangan tewas dalam perawatan setelah duel carok lawan Edi Flores, 52, warga Ampelgading Tirtoyudo Malang.
Dia ditemukan oleh warga dan pemerintah desa Bumirejo tergeletak dengan badan penuh luka di seluruh tubuhnya.
Diduga, duel carok itu berlangsung di sebuah perkebunan desa Bumirejo sekitar pukul 17.40.
Saat ditemukan, korban masih hidup walau sekarat.
Tapi, tidak ada yang melihat keberadaan pelaku.
Tidak ada yang mengetahui secara pasti soal awal mula kejadian tersebut.
Kades Bumirejo Sugeng Wicaksono belakangan mengetahui korban diduga terlibat duel carok dengan Edi Flores.
"Korban itu memang warga saya, tapi pelaku itu bukan. Dia (pelaku) berasal dari Desa Ampelgading, Kecamatan Tirtoyudo," kata Sugeng Wicaksono, Minggu (11/11).
Tidak satu orang pun warga yang mengetahui adanya konflik berdarah tersebut.
Akan tetapi, Sugeng menyebut bahwa ada warga melaporkan penampakan keduanya bergerak ke arah kebun.
"Waktu itu keduanya berboncengan naik sepeda motor Honda Beat ke arah sana. Senjata tajam (sajam) untuk bertarung itu tidak terlihat sama sekali," imbuh dia.
Oleh karena itu, tidak ada orang yang curiga bahwa keduanya akan berkelahi sampai hilang nyawa.
Sugeng menambahkan, korban sehari-harinya bekerja serabutan.
Meski begitu, dia kerap mendapat pekerjaan sebagai kuli bangunan di luar pulau Jawa.
Beberapa warga juga bersaksi korban baru sampai di Bumirejo sekitar 10 hari lalu.
Dan tidak memiliki konflik dengan siapapun di lingkungan tersebut.
Polisi mengambil alih penyelidikan kasus duel carok itu setelah menerima laporan.
Sayangnya, korban meninggal dalam perawatan.
Polisi melakukan visum untuk mencatat luka-luka yang dialami korban.
Jenazah Musoli kabarnya sudah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat kemarin (10/11) pukul 08.00.
Edi Flores yang sempat kabur dari lokasi berhasil ditangkap Satreskrim Polres Malang beberapa saat setelah kejadian.
Kasat Reskrim Polres Malang AKP Muchammad Nur membenarkan soal penangkapan tersangka Edi Flores.
Dari penyelidikan sementara, diketahui duel carok terjadi sekitar pukul 18.30.
Polisi juga menyita sajam berupa celurit dari lokasi kejadian.
Baik korban maupun tersangka sejatinya saling mengenal dan merupakan teman.
Konflik keduanya berawal ketika tersangka menanyakan soal sepeda motor miliknya yang dipinjam korban.
"Awalnya tanya ke mana motornya, tapi jawaban korban itu tidak sesuai yang diharapkan, dia akhirnya tidak diterima," terang dia.
Hingga kini, polisi masih mendalami peristiwa tersebut.
Sedikit keterangan yang didapat dari pelaku ialah, dia tidak terima jawaban korban, lalu mengajak duel dan menyiapkan sajamnya.
"Sementara kami masih dalami, tersangka juga masih dirawat karena ada luka sobek di tangannya," tandas mantan Kasat Reskrim Polres Tulungagung tersebut. (biy/fin)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana