MALANG KOTA - Musibah rumah ambrol kembali terjadi kemarin (5/12).
Kali ini di Jalan Gadang Gang IX Nomor 32 RT 1 RW 2, Kelurahan Gadang, Kecamatan Sukun Kota Malang.
Dari peninjauan sementara, musibah disebabkan kondisi tanah di sekitar rumah yang labil.
Serta dinding pembatas rumah yang tidak dilengkapi besi tulangan.
Pemilik rumah yang bernama Sulbijah Hardjani terkejut dengan peristiwa tersebut.
Menurut dia, bagian yang ambrol adalah kebun.
Kebun tersebut dikelilingi dinding pembatas dengan panjang 15 meter dan lebar sekitar lima meter.
”Saat kejadian, saya sedang beraktivitas di dalam rumah. Kebetulan saya memang tinggal sendiri,” kata perempuan berusia 72 tahun itu.
Kemudian, sekitar pukul 09.00, beberapa tetangganya menyampaikan kalau dinding kebunnya retak.
Menjelang pukul 12.00, kebun milik Sulbijah ambrol karena longsor.
Beruntung, bagian rumah Sulbijah yang lain masih aman.
Namun, dinding kebun yang masih menggantung harus segera dibersihkan untuk mencegah longsor susulan.
”Ini kejadian pertama. Sebelumnya hanya retak, tapi sudah lama dan sudah di tambal,” cerita dia.
Menurut Sulbijah, rumah tersebut dibangun oleh suaminya.
Saat membangun rumah, suaminya memang tidak menggunakan besi tulangan agar proses pembangunan lebih cepat.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Malang Surya Adhi Nugraha membenarkan.
Longsor terjadi karena kondisi tanah di sana labil.
Terdapat juga retakan di konstruksi tembok pembatas pada plengsengan.
Akibat kejadian tersebut, ada beberapa bagian rumah yang rusak.
Kerusakan terjadi pada plengsengan rumah yang ambrol.
Ukuran panjangnya 12 meter dan tinggi tiga meter.
Selain itu juga tembok pembatas rumah yang memiliki panjang 12 meter dan tinggi satu meter.
”Untuk penanganan sementara, kami melakukan pembersihan material longsor dibantu warga sekitar,” jelasnya.
Baca Juga: Kemarau, Desa Sitiarjo Malah Terendam Banjir
Lurah Gadang Denny Surya menambahkan, kawasan di sekitar rumah Sulbijah memang rawan longsor.
Sebab, lokasinya ada di atas sungai.
Tepatnya di dekat aliran Sungai Brantas.
Tak hanya rumah Sulbijah, permukiman warga di RW 1 sampai RW 4 juga sama.
Sebagai upaya mitigasi, pihaknya berupaya menjaga pohon dan melakukan penanaman kembali di sekitar sana.
”Untuk penanganan dampak ambrol, kami akan melakukan kerja bakti hari ini (6/12) dan membersihkan material dinding yang masih menggantung,” tuturnya. (mel/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana