KEPANJEN – Jumlah kasus kebakaran sepanjang 2024 relatif masih tinggi di Kabupaten Malang.
Sejak Januari hingga akhir November lalu, Satpol PP Kabupaten Malang mencatat ada 126 kali peristiwa kebakaran.
Satu nyawa melayang dan aset senilai Rp 12,2 miliar hangus terbakar di Kabupaten Malang.
Mayoritas kebakaran berada di tiga wilayah.
Jumlah kebakaran di Kecamatan Pakis paling tinggi, yakni 13 kejadian.
Kemudian disusul Kecamatan Singosari dengan 12 kali kebakaran, dan Kepanjen dengan 9 kali kebakaran.
”Paling banyak objeknya yang kebakaran itu berupa lahan dan rumah,” terang Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (PPK) Satpol PP Kabupaten Malang Sigit Yuniarto kemarin.
Kerugian senilai Rp 12,2 miliar tersebut meliputi 44 rumah dan 41 petak lahan terbakar.
Selain itu, juga ada 10 pergudangan, 9 kandang ternak, 6 rumah makan dan pertokoan, serta 3 unit mobil, 1 fasilitas perkantoran, 2 fasilitas umum juga ikut hangus.
”Bila ditotal, kebakaran di objek selain lahan mengakibatkan kerugian Rp 12,2 miliar. Itu berdasar dari tafsiran pemilik,” imbuh dia.
Dari objek terbakar, dia mengatakan, dapat terlihat bahwa penyebab kebakaran yang terbanyak adalah perambatan api dari sisa pembakaran sampah.
Api tersebut kemudian menyambar ke area dalam.
Jumlahnya 40 kali kejadian.
Lalu disusul penyebab korsleting listrik 38 kejadian.
Dan kelalaian pemilik rumah dengan 12 peristiwa.
Satu peristiwa yang paling akhir kejadian pada 9 November lalu.
Rumah milik Tulis Setyowati, 42, di Desa Gedog Wetan, Kecamatan Turen terbakar.
Diketahui peristiwa itu disebabkan minyak goreng dalam wajan yang terlalu panas dan muncul api.
Api membesar karena salah satu anggota keluarga bernama Supriadi, 62, melakukan pemadaman dengan menyiram air langsung ke kuali di atas tungku kayu bakar tersebut.
”Supriadi mengalami luka bakar akibat kejadian tersebut,” sebut Sigit.
Berkaitan dengan hal tersebut, Sigit mendata ada enam kejadian yang memiliki korban.
”Ada 5 kejadian yang korbannya lukaluka, ada juga satu yang korbannya tewas,” imbuh dia.
Kebakaran maut tersebut terjadi di Desa Turirejo, Kecamatan Lawang 27 April lalu.
Dalam kejadian yang disebabkan korsleting listrik dan penyalaan dari puntung rokok itu, Marjoko, 59, tewas.
Kala itu dia ditemukan terpanggang di kamar tidurnya.
Diduga, dia meninggal karena tidak sempat menyelamatkan diri ke luar rumah saat terjadi kebakaran. (biy/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana