MALANG – Sebuah bus pariwisata mengalami kecelakaan fatal dengan empat korban jiwa di kawasan Lawang, pada Senin (23/12) sore.
Bus Tirto Agung yang kecelakaan di tol Lawang Malang tersebut diketahui membawa rombongan yang diduga dari SMP Islam Terpadu Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana membenarkan.
“Kami menemukan spanduk bertuliskan ‘SMP Islam Terpadu Gunung Putri Bogor’ di lokasi kejadian. Kami lakukan konfirmasi ke Kapolres Bogor dan memang konfirmasi SMP ada di daerah Gunung Putri Kabupaten Bogor," kata Kholis kepada wartawan di lokasi kecelakaan.
Polisi dan petugas identifikasi berupaya memastikan identitas dari empat korban meninggal.
Satu sudah teridentifikasi, yaitu sopir bus.
"Namun, untuk memastikan identitas tiga penumpang yang meninggal, kami perlu waktu untuk pendalaman lebih lanjut. termasuk melalui data finger print dan informasi yang kami terima dari Bogor,” ujarnya.
Evakuasi dan Penanganan Korban
Proses evakuasi masih berlangsung untuk menyelamatkan korban luka dan mengevakuasi korban meninggal yang terjepit di dalam bus.
Beberapa korban telah dirujuk ke sejumlah rumah sakit, termasuk RSUD Lawang, RS Lawang Medika, dan RSSA Malang.
“Prioritas kami adalah menyelamatkan korban luka dan melakukan evakuasi. Hingga saat ini, identitas korban belum bisa dipastikan karena tidak ada dokumen yang melekat pada tubuh korban,” jelas AKBP Putu Kholis.
Koordinasi dengan Pihak Kabupaten Bogor
Kapolres Malang juga menambahkan bahwa pihaknya telah membuka jalur komunikasi dengan Kapolres Bogor untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait para penumpang bus.
Data awal menunjukkan bus tersebut menggunakan jasa PO Tirto Agung.
“Kami bekerja sama dengan pihak terkait di Kabupaten Bogor untuk memastikan data penumpang. Hal ini penting untuk mempermudah proses identifikasi dan memberikan informasi kepada pihak keluarga,” imbuhnya.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih bekerja di lokasi kejadian untuk mengumpulkan data, mengevakuasi korban, dan memastikan penyebab kecelakaan.
Perkembangan lebih lanjut akan terus diperbarui oleh pihak berwenang.(fin)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana