LAWANG - Kecelakaan tragis terjadi di Kilometer 77+200 tol Pandaan Malang pada pukul 15.40 kemarin (23/12).
Bus pariwisata dengan nomor polisi (nopol) S 7607 UW yang mengangkut rombongan SMP IT Darul Qur’an Mulia Putri, Kabupaten Bogor, menabrak truk wing box bernopol S 9126 UU yang bermuatan pakan ternak.
Empat korban meninggal dunia, sementara 43 lainnya mengalami lukaluka dan dilarikan ke empat rumah sakit.
Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana yang langsung datang ke lokasi kejadian menjelaskan, kecelakaan bermula saat truk bermuatan pakan ternak itu tidak kuat menanjak.
Sopir memutuskan untuk berhenti di bahu jalan.
Kemudian dia turun dari truk untuk mengganjal ban belakang menggunakan batu.
”Bisa kita lihat, kontur jalannya memang menanjak dan sedikit menikung. Cuaca sebenarnya tidak hujan dan jalanan tidak licin,” ujarnya.
Di luar dugaan, batu yang digunakan untuk mengganjal ban belakang truk itu kurang memadai.
Akibatnya, truk mundur ke belakang dan terkendali.
Sopir sebenarnya sudah berusaha kembali menghentikan truk dengan segala cara.
Tapi, truk tetap meluncur mundur dan semakin kencang.
Bahkan kemudian masuk ke lajur utama jalan tol.
Pada saat bersamaan, dari arah belakang melaju bus wisata Tirto Agung dengan kecepatan tinggi.
Bus sudah berusaha menghindari tabrakan dengan banting setir ke arah kiri atau bahu jalan.
Tapi jarak kedua kendaraan besar itu sudah terlalu dekat.
Benturan keras pun tidak bisa dihindari.
Setelah menghantam bagian belakang truk, bus terpental dan menabrak guardrail atau pembatas besi di sisi kiri jalan.
Bagian depan bus mengalami rusak parah.
Bahkan, efek benturan tampak sampai di bagian tengah bus.
Itu tampak dari bodi bus di bodi bus yang mleyot hingga bagian tengah.
Sejumlah dokumentasi relawan menunjukkan bahwa sopir dalam kondisi terjepit.
Sebagian besar kaca bus juga pecah.
Para penumpang yang berhasil keluar langsung duduk di badan jalan sambil menunggu ambulans.
Sebagian penumpang lainnya yang terjepit menunggu tim medis untuk dievakuasi.
Di sekitar lokasi kecelakaan juga terlihat pakan ternak yang berserakan.
Karung-karung berisi pakan ternak sempat menutup sebagian badan jalan, kemudian dievakuasi ke bahu jalan, tepat di depan bus yang ringsek.
Sementara itu boks truk pengangkut pakan ternak yang tertabrak juga terbuka dan rusak parah.
Kapolres menjelaskan, bus yang mengalami kecelakaan itu berisi 47 orang.
Terdiri dari 40 pelajar, sopir, kernet, dan para pendamping pelajar.
Seluruhnya dievakuasi ke rumah sakit karena mengalami luka yang bervariasi.
Puluhan ambulans dikerahkan untuk membawa para korban ke rumah sakit.
”Pada awalnya kami melihat ada satu korban meninggal. Dalam proses evakuasi, ternyata jumlah korban meninggal empat orang. Salah satunya sopir bus,” terangnya.
Saat awal evakuasi memang terlihat sopir bus terjepit dan sudah tidak bergerak.
Sementara tiga korban meninggal lainnya merupakan penumpang bus rombongan SMP IT Darul Qur’an.
Satu di antaranya dikabarkan meninggal di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
”Sampai saat ini kami masih berusaha melakukan upaya untuk menemukan identitas para korban meninggal. Karena kami belum menemukan satu pun kartu identitas di tubuh mereka,” imbuh Kapolres.
Identifikasi itu bisa melalui pemeriksaan sidik jari, pengumpulan datadata dari saksi, serta koordinasi dengan Polres Bogor.
Seluruh korban meninggal dievakuasi ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA), Kota Malang.
Sementara korban luka tersebar di empat rumah sakit.
Rinciannya, 15 Korban di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lawang, 21 korban di RS Lawang Medika, tiga korban di RS Prima Husada, Malang, serta enam korban di RS Prima Husada Sukorejo.
Polisi juga masih terus masih menyelidiki kemungkinan lain penyebab kecelakaan.
Apakah karena muatan truk yang berlebih, perangkat pengereman yang tidak sesuai standar, atau laju bus yang melebihi kecepatan.
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana