Sistem Pengereman Bermasalah, Selang Reservoir Radiator Lepas
KABUPATEN – Kerusakan dua kendaraan yang terlibat kecelakaan di Jalan Tol Pandaan-Malang Kilometer 77+200 pada Senin lalu (23/12) sangat parah.
Namun pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih bisa melakukan ram check secara mendetail kemarin (24/12).
Hasilnya, bus wisata yang membawa rombongan pelajar SMP IT Darul Qur’an Mulia Putri Bogor dinyatakan aman untuk perjalanan.
Sedangkan truk wing box pengangkut pakan ternak dalam kondisi bermasalah.
Penguji Penyelia Ikatan Penguji Kendaraan Bermotor Indonesia (IPKBI) Kemenhub mengaku menemukan sejumlah kejanggalan pada truk dengan nomor polisi (nopol) S 9126 UU itu.
Mulai dari indikator oli rem tangan (handbrake) yang sudah berwarna merah hingga dua selang reservoir yang kembali ke radiator terlepas.
“Berdasarkan temuan kami, truk pengangkut pakan hewan itu berhenti karena overheat,” ujar Penguji Penyelia IPKBI Kemenhub Umar Faruq.
Air di dalam tangki radiator sudah habis.
Selang dari reservoir yang kembali ke radiator juga dalam kondisi terlepas.
Tak tanggung-tanggung, terdapat dua selang yang lepas.
Hal itu menyebabkan air dari radiator yang seharusnya kembali ke reservoir untuk pendinginan terhenti.
Otomatis air yang berasal dari radiator dalam keadaan panas langsung keluar.
Sementara radiator jadi mengering.
Dalam kondisi seperti itu, mesin kendaraan mengalami pemanasan berlebihan.
Temuan kedua, terdapat kebocoran minyak pada sistem pengereman yang mengindikasikan kurang aktifnya perawatan dari pengguna truk.
Buktinya, minyak yang ada pada sistem pengereman sudah bercampur dengan air.
Reservoir atau tangki minyak rem pun juga habis saat diperiksa.
“Sejauh ini, temuan kami mengarah pada kondisi truk yang kurang perawatan dari pemiliknya,” lanjut Umar.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kondisi rem tangan sebenarnya masih normal dan berfungsi dengan baik.
Tapi, indikator minyak nya sudah berwarna merah.
Ada kemungkinan hal itu menjadi salah satu faktor pendukung truk tetap mundur meskipun sopir sudah mengaktifkan rem tangan.
Hasil pemeriksaan lain menunjukkan truk tidak dalam kelebihan muatan.
Berdasar laporan dari perusahaan pakan ternak, truk mengangkut 11,2 ton.
Hal itu sesuai dengan kapasitas maksimum truk.
Sehingga, kasus kecelakaan itu murni karena kondisi kendaraan yang kurang perawatan hingga gagal melewati tanjakan.
Sementara itu, secara administrasi, dua kendaraan yang terlibat kecelakaan juga tidak ada masalah.
Keduanya sudah menjalani uji kir.
Untuk truk, uji kir berlaku hingga Februari 2025.
Sementara uji kir bus berlaku hingga Januari 2025.
Umar menambahkan, hasil ram check bus tidak menunjukkan kejanggalan.
Kondisi mesin di bagian belakang bagus dan berfungsi dengan baik.
Tidak ada indikasi kebocoran apa pun.
Namun, benturan yang sangat keras dengan truk membuat kondisi bus rusak parah di bagian depan.
“Jadi, untuk kondisi sistem rem dan lampu tidak bisa kami periksa karena bagian depan bus sudah hancur,” pungkas Umar.
Traffic Accident Analysis
Sementara itu, olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan di Jalan Tol Pandaan Lawang KM 77+200 mengalami sejumlah hambatan.
Kesaksian yang didapat pihak kepolisian sangat minim.
Sopir dan kernet bus meninggal, sementara rata-rata penumpang bus saat itu sedang tertidur.
Posisi sopir truk saat terjadi kecelakaan juga sedang sibuk menghentikan kendaraannya yang terus berjalan mundur.
Untuk itu, polisi mengandalkan hasil dari traffic accident analysis (TAA).
Alat itu membuat proyeksi kronologi kecelakaan dalam bentuk tiga dimensi berdasarkan pergerakan ban mobil dan bekas rem.
TAA akan memperlihatkan pergerakan kendaraan, termasuk elevasi kemiringan kendaraan.
Juga akan ditampilkan sudut pandang dari pengemudi truk maupun bus.
Tujuannya untuk menggambarkan kecelakaan secara komprehensif hingga kemungkinan penetapan tersangka.
“Hasil sementara, kami lihat truk berhenti pada posisi aspal yang miring,” ujar Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Komarudin.
Saat itu sopir yang sendirian berniat mengganjal truk yang mulai mundur dengan dua pengganjal berbahan kayu.
Dua pengganjal itu ditemukan di dekat truk pertama berhenti di KM 78.
Posisi awal truk berada di lajur kiri saat berhenti. Namun karena berhenti tepat di atas tikungan yang menanjak, truk mundur dan beralih ke lajur kanan.
Jarak mundur sekitar satu kilometer dari tempat awal truk berhenti.
”Rem tangan truk juga dalam keadaan aktif saat terjadi kecelakaan. Sementara persneling truk dalam kondisi netral,” terangnya.
Selain TAA, polisi juga memeriksa CCTV dan meminta keterangan sopir truk.
Namun hingga tadi malam hasil olah TKP masih belum dapat di akses.
Pihak kepolisian masih mencari kesaksian lain dan hasil ram check kedua kendaraan. (aff/fat)
Editor : Aditya Novrian