BATU – Tanah longsor yang terjadi pada Senin (30/12) malam menimpa Villa Bukit Syakila 12 di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu.
Vila longsor itu menyebabkan enam wisatawan yang tengah menginap mengalami luka-luka.
Penjabat (Pj) Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, mengunjungi RS Hasta Brata untuk memastikan kondisi para korban.
“Rata-rata korban hanya mengalami luka ringan, seperti lecet akibat benturan. Namun, kami tetap melakukan CT scan untuk memastikan kondisi kesehatan mereka,” jelas Aries.
Pantauan Jawa Pos Radar Batu menunjukkan bahwa bangunan dua lantai dengan ukuran sekitar 5x7 meter itu hancur, menyisakan puing-puing.
Lantai dua bangunan terguling ke arah utara, sementara sebuah mobil CX-5 putih yang terparkir di dekatnya sempat tertimpa reruntuhan.
Beruntung, mobil tersebut hanya mengalami penyok pada bagian bumper depan dan berhasil diselamatkan.
Ketua RW 3 Desa Oro-Oro Ombo, Bambang Hariyanto, mengungkapkan bahwa lokasi pembangunan vila tersebut tidak representatif.
“Tanah di lokasi itu merupakan tanah urukan, ditambah ada gorong-gorong di bawahnya yang membuat debit air tinggi semakin menggerus tanah,” jelasnya.
Bambang juga menyoroti bahwa vila tersebut didirikan tanpa izin resmi.
Awalnya, pengembang mengklaim bangunan itu hanya untuk rumah percontohan, namun kemudian beralih fungsi menjadi vila.
“Saya sudah mengingatkan untuk mengurus perizinan resmi, tetapi tidak ada tindak lanjut,” tambahnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Agung Sedayu, menjelaskan bahwa longsor terjadi sekitar pukul 19.15, usai hujan deras mengguyur Kota Batu sejak sore hari.
“Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit air meningkat, dan saluran drainase di Jalan Oro-Oro Ombo tersumbat. Akibatnya, air meluap dan menggerus plengsengan vila, hingga bangunan tak mampu menahan tekanan,” jelasnya.
Selain bangunan, tiang listrik di lokasi kejadian juga roboh.
Di dalam vila, terdapat enam wisatawan asal Bekasi yang tengah menginap.
Mereka adalah Rachel Immanuella Silaban (32), LMH (1,5), CGH (3), Noviasna Silitonga (60), Tumbur Harianja (34), dan Raja Romario Silaban (33).
Semua korban berhasil diselamatkan meski mengalami luka-luka.
“Korban langsung dibawa ke RS Hasta Brata untuk mendapatkan perawatan,” tambah Agung.
BPBD telah melakukan kaji cepat bersama instansi terkait, memotong aliran listrik sementara, dan membersihkan akses jalan.
Garis pengaman juga telah dipasang untuk mencegah kejadian serupa.
Hingga kini, total kerugian materiil masih dalam pendataan.(ori/fin)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana