Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kronologi Lengkap Kecelakaan Bus Pariwisata di Kota Batu : Armada Sakhindra Tabrakan di Tujuh Titik

Fathoni Prakarsa Nanda • Jumat, 10 Januari 2025 | 18:15 WIB
Photo
Photo

Hasil Olah TKP di Jalan Imam Bonjol hingga Jalan Pattimura 

BATU – Kecelakaan beruntun bus Sakhindra Trans yang mengangkut rombongan SMK TI Bali Global dengan sejumlah kendaraan di Kota Batu pada Rabu malam (8/1) mengakibatkan empat orang meninggal dan 10 orang luka. 

Malam itu juga Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Komarudin datang ke Kota Batu untuk memimpin olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) hingga kemarin siang (9/1). 

Hasilnya, teridentifikasi tujuh titik tabrakan hingga bus berhenti total. 

Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo

Kemarin, olah TKP dilakukan menggunakan fasilitas traffic accident analysis (TAA). 

Alat itu memindai lokasi sepanjang 2,3 km dari Jalan Imam Bonjol hingga Jalan Pattimura.

Sejak pukul 08.00, Jalan Pattimura dibuat steril terlebih dahulu. 

Mulai dari pertigaan dengan Jalan Dewi Sartika ke arah bawah hingga ke tempat bus berhenti di dekat SMPN 3 Kota Batu. 

Petugas memeriksa TKP sejak dari titik terbawah. 

Mereka mengamati setiap bekas atau jejak terjadinya kecelakaan. 

Alat TAA juga digunakan untuk memindai lokasi setiap 30 meter. 

Hal itu dilakukan sampai di titik awal bus mengalami rem blong di Jalan Imam Bonjol. 

”Pada Rabu malam (8/1) kami sudah turun untuk mengetahui titik-titik tabrak berdasarkan goresan-goresan aspal, pecahan kaca, hingga tempat terakhir kecelakaan,” ujar Komarudin. 

Menurutnya, alat TAA dapat memvisualkan jalur tersebut secara tiga dimensi. 

Setelahnya juga akan diketahui perkiraan kecepatan bus ketika melaju dalam kondisi rem blong. 

Itu bisa dihitung dari bobot kendaraan ditambah muatan, kemiringan jalan, dan kerusakan yang dialami bus. 

”Sudut elevasi jalanan bervariasi, mulai dari 47 derajat. Untuk hasilnya mungkin sekitar dua sampai tiga minggu,” ujarnya. 

Untuk sementara, polisi menemukan tujuh titik tabrakan yang dialami bus dengan nopol DK 7942 GB tersebut. 

Identifikasi dimulai dari titik nol di Jalan Imam Bonjol, saat sopir tidak bisa mengendalikan laju kendaraan karena rem bermasalah. 

Titik 0 itu jaraknya 550 meter dari Pos Polisi Batu Town Square (Batos). 

”Titik tabrak 1 dan 2 berada di Jalan Imam Bonjol. Selebihnya, titik tabrakan tiga sampai tujuh berada ada di jalan Patimura,” tambahnya.

Titik tabrak di Jalan Imam Bonjol mengakibatkan dua orang meninggal dunia. 

Yakni seorang ibu bernama Anis, asal Jember, dan anak nya, Syafa, yang masih berusia 20 bulan. 

Sedangkan di titik tabrak tiga terdapat satu korban meninggal dunia. 

Yakni Mumun Sugianto, 45, warga Kota Batu. 

Korban meninggal keempat berada di titik tabrak ketujuh. 

Yakni Agus Darianto, pengemudi mobil yang kendaraan nya sempat terseret sekitar 400 meter. 

”Secara keseluruhan terdapat enam kendaraan roda empat dan enam sepeda motor rusak berat. Itu di luar bus,” bebernya. 

Saat menjelaskan hasil olah TKP, polisi juga menunjukkan rekaman kamera CCTV saat terjadinya kecelakaan. 

Terlihat lampu rem belakang bus terus menyala sejak sebelum tabrakkan pertama. 

Artinya, sopir menginjak pedal rem, tapi bus tetap melaju. 

Kondisi masih terlihat ketika bus menikung di depan Batos. 

Salah seorang pedagang buah di Jalan Patimura, Muhammad Yusuf, 49, mengatakan malam itu ada motor Honda Scoopy dan dua mobil di sekitar lapak nya. 

Seluruhnya tertabrak bus. 

”Pertama kali itu, bagian kiri depan menabrak motor Scoopy hingga pengendaranya jatuh,” ujarnya. 

Setelah itu, bus menabrak dua mobil sampai menerobos jalur di sebelahnya. 

Bahkan satu mobil hampir masuk sungai, tapi tertahan pagar. 

”Bus terus melaju kencang sambil membunyikan klakson,” tandasnya. 

Kunjungan Industri ke Tiga Daerah Berakhir Petaka 

Salah seorang guru yang ikut dalam rombongan SMK TI Bali Global Badung I Gde Made Darma Wiguna mengatakan, rombongan berangkat dari Bali pada Minggu (5/1). 

Mereka berangkat dalam rangka kunjungan industri ke Semarang, Yogyakarta, dan Malang. 

Kegiatan tersebut diikuti 157 pelajar menggunakan empat bus. 

Untuk bus 1, bus 3, dan bus 4 berisi 39 pelajar. 

Sementara bus 2 berisi 40 pelajar. S

Setiap bus didampingi tiga guru. 

Seluruh pelajar yang ikut merupakan siswa kelas 11 SMK dari jurusan DKV, Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG), hingga Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT). 

”Kami berkunjung ke Semarang dulu, kemudian ke Yogyakarta sampai Selasa malam (7/1),” jelas guru yang menjadi pendamping di bus dua tersebut. 

Dari Yogyakarta, rombongan menuju Malang tiba pada Rabu pagi (8/1). 

Mereka terlebih dulu berkunjung ke Kawasan Ekonomi Kreatif (KEK) Singosari, Kabupaten Malang. 

Setelah itu dilanjutkan dengan kunjungan ke Museum Angkut di Kota Batu. 

Dari Museum Angkut, rombongan dijadwalkan pulang ke Bali. 

”Kami mampir makan dulu. Tiga bus sudah sampai di rumah makan, tapi satu bus (bus nomor 1) tertinggal dan mengalami masalah,” ungkapnya. 

Setelah terjadi kecelakaan, para pelajar sempat diamankan ke shelter sementara. 

Jaraknya sekitar 100 meter dari lokasi kejadian. 

Lalu pada Kamis (9/1) menjelang pukul 15.00, rombongan kembali melanjutkan perjalanan ke Bali dengan pengawalan dari Polres Batu. 

”Secara keseluruhan, kondisi anak-anak sudah baik,” tegas Darma. (iza/mel/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#kecelakaan di Kota Batu #bus pariwisata