Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sepuluh Korban Luka Kecelakaan Bus Pariwisata di Kota Batu Dirawat Intensif, Empat Diizinkan Pulang

Fathoni Prakarsa Nanda • Jumat, 10 Januari 2025 | 18:19 WIB
PANTAU PENANGANAN: Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata melihat kondisi korban kecelakaan bus Sakhindra Trans di Rumah Sakit Bhayangkara Hasta Brata Batu, Rabu malam (8/1). RORI DINANDA BESTARI
PANTAU PENANGANAN: Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata melihat kondisi korban kecelakaan bus Sakhindra Trans di Rumah Sakit Bhayangkara Hasta Brata Batu, Rabu malam (8/1). RORI DINANDA BESTARI

SEPULUH korban luka kecelakaan Bus Sakhindra Trans dengan beberapa kendaraan terus mendapat perawatan intensif. 

Rabu malam (8/1), seluruhnya dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu. 

Kemarin siang (9/1) empat korban sudah dipulangkan untuk rawat jalan, sementara dua korban dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang karena luka berat. 

Kasubbidyanmeddokpol RS Bhayangkara Hasta Brata Batu Iptu dr Arifian Juari SpOG (K) menjelaskan, dua korban yang dirujuk ke RSSA adalah Tino Trisula, 32, dan Mustofa Ahman, 20. 

Tino mengalami luka parah di bagian anggota gerak bawah.

Tepatnya di paha kanan dan mengakibatkan pendarahan. 

Sedangkan Mustofa mengalami luka serius di bagian paha kanan hingga tulangnya remuk. 

”Korban Tino membutuhkan penanganan dari dokter bedah saraf dan kardiovaskuler. Sementara korban Mustofa, perlu penanganan akibat tulang yang remuk,” terangnya. 

Sementara itu, empat korban yang ditangani di Rumah Sakit Bhayangkara Hasta Brata Batu masih menjalani penanganan medis. 

Di antaranya Muh. Saifudin Nuriswanto, 29, mengalami closed fracture clavicula dan telah menjalani operasi patah tulang selangka. 

Kemudian Umi Dimami, 46, terdiagnosis mengalami retakan atau patah tulang hidung dan subgaleal hematoma frontal bilateral

”Kami lakukan tindakan untuk operasi reposisi patah tulang hidung dan pembersihan luka di kepala,” ungkap Arif. 

Selanjutnya korban M. Bayu Jatmiko, 38, mengalami close fracture costae 69 dan contusio pulmonum dengan tindakan konservatif dan observasi patah tulang rusuk 6, 7, 8, 9 dan trauma jaringan paru. 

Terakhir, Sugiarti, 39, mengalami cedera kepala ringan dan combosium muskulorum vulnus aperum

“Saat ini, pasien Sugiarti telah dilakukan observasi karena cedera kepala, memar punggung, dan perut,” paparnya. 

Untuk empat korban luka yang lain, pihak rumah sakit memperbolehkan rawat jalan. 

Itu karena tidak ditemukan luka yang berarti, sehingga bisa dipastikan pasien dalam keadaan stabil.

”Mereka hanya mengalami luka luar saja, seperti lecet dan tidak ada cedera area vital. Karena itu kami diperbolehkan pulang,” ungkap dia. 

Kecelakaan tersebut juga mengakibatkan empat korban meninggal dunia. 

Mereka adalah Anis, 44, asal Jember bersama putrinya Syafa, 20 bulan. 

Kemudian Agus Darianto, 60, warga Desa Sidomulyo, dan Mumun Sugianto, 44, warga Kelurahan Ngaglik. 

”Keempat jenazah sudah dijemput dan dipulangkan ke rumah duka,” tandasnya. 

Sementara itu, Kepala PT Jasa Raharja Perwakilan Malang Eko Mulyanto menjelaskan, pihaknya sudah menyerahkan santunan kepada seluruh korban kecelakaan. 

Jumlah korban yang menerima santunan terdiri dari 14 korban luka dan empat korban meninggal dunia. 

”Kemarin kami serahkan secara simbolis bersama pihak kepolisian,” jelasnya. 

Untuk korban meninggal dunia, pihaknya mencairkan total sebanyak Rp 200 juta. 

Itu karena setiap korban mendapat santunan sebesar Rp 50 juta. 

Sementara bagi korban luka-luka masih menunggu dari rumah sakit. 

Namun, pihaknya sudah memberikan jaminan kepada rumah sakit yang merawat korban kecelakaan. (ori/mel/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#kecelakaan di Kota Batu #bus pariwisata #korban luka