MALANG KOTA - Curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir menimbulkan korban material.
Sebuah rumah tua di Jalan Bareng Kartini 3G Nomor 16 RT 1/RW 8 Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen ambruk pada Selasa sore (25/2).
Rumah yang dibangun sejak 1930 itu juga telah lapuk.
Beruntung, saat kejadian, tidak ada orang yang berada didalam bangunan.
Dari pantauan koran ini kemarin (26/2), bagian rumah menga lami kerusakan parah.
Seperti di bagi an atap di ruang tamu dan dalam rumah.
Bagian atap yang ambrol terbuat dari material gedek.
Material yang ambruk itu lantas berjatuhan ke lantai rumah.
Saat dilihat dari samping, bagian didalam rumah juga dipenuhi kayu yang berserakan.
Menurut Ketua RT 1 Kelurahan Kau man Trianto, rumah yang ambruk itu milik almarhumah Sri Rahayu.
Rumah tersebut sudah kosong sejak 2019 kare na diserahkan Sri kepada warga untuk kegiatan posyandu, sekolah anak-anak, dan lainnya.
”Sempat digunakan oleh cucunya, tapi akhirnya keluar sehingga sekarang hanya digunakan untuk ke giatan warga saja,” kata dia.
Trianto melanjutkan, rumah milik Sri itu merupakan warisan dari kakek buyutnya yang bernama Raden Subroto.
Lalu diturunkan kepada ayah Sri yakni Raden Suherman.
”Kalau dari cerita sih dulu sempat jadi tempat persembuny ian para pejuang juga,” imbuhnya.
Saat kejadian, Trianto mengaku sem pat merasakan getaran hingga suara reruntuhan.
Kejadian ambruk itu sem pat terjadi dua kali.
Dia pun sudah mengabari pihak keluarga.
Pihak kelu arga juga sudah datang ke lokasi.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Malang Surya Adhi Nugraha menjelas kan, bagian rumah yang rusak beruku ran sekitar 48 meter persegi.
Selain ada kerusakan di bagian atap.
Nilai kerugi annya mencapai Rp 10 juta.
Untuk mencegah reruntuhan susulan, pihaknya mengimbau agar warga tidak beraktivitas disekitar rumah itu. (mel/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana