Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Plengsengan Ambrol Tutup Jalan Permukiman

Fathoni Prakarsa Nanda • Sabtu, 1 Maret 2025 | 00:25 WIB
KURANG KUAT: Material batu alam, rangka beton, dan tanah dari plengsengan kampus Polinema menutup akses warga di Jalan Terusan Kembang Turi, Kelurahan Jatimulyo, kemarin (27/2). (DARMONO/RADAR MALANG)
KURANG KUAT: Material batu alam, rangka beton, dan tanah dari plengsengan kampus Polinema menutup akses warga di Jalan Terusan Kembang Turi, Kelurahan Jatimulyo, kemarin (27/2). (DARMONO/RADAR MALANG)

MALANG KOTA – Tembok plengsengan kampus Politeknik Negeri Malang (Polinema) di Jalan Terusan Kembang Turi Nomor 99, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, ambrol kemarin (27/2).

Pagar BRC dan pipa di atas plengsengan itu juga mengalami kerusakan.

Material berupa beton cor, tanah, dan batu alam bahkan menutup jalan permukiman.

Luas plengsengan yang runtuh sekitar 80 meter persegi.

Di atasnya terdapat bangunan berisi AC central.

Di sebelahnya lagi berdiri gedung delapan lantai.

Gedung itu merupakan tempat perkuliahan jurusan teknik mesin.

Salah seorang penghuni rumah kos di sekitar lokasi kejadian mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.20.

Awalnya dia mendengar bunyi bergemuruh.

”Saya kira ada orang jatuh. Ternyata suara itu berasal dari tembok plengsengan yang runtuh,” kata penghuni kos bernama Tengku Ihsan itu.

Lurah Jatimulyo Hery Cayono mengaku sudah melakukan koordinasi dengan pihak Polinema untuk melakukan pembersihan material yang menutup jalan permukiman.

Rencananya pembersihan dilakukan hari ini (28/2).

Sebab, hingga kemarin sore masih ada material plengsengan yang berjatuhan.

”Kami ingin biarkan material tembok yang sudah runtuh memadat. Kalau langsung diber sihkan, kami khawatir ada reruntuhan susulan,” jelas Hery.

Untuk sementara, pihaknya meminta warga tidak melewati Jalan Terusan Kembang Turi sampai material dibersihkan.

Dia juga menyarankan tiga pemilik rumah di depan pleng sengan yang runtuh mengungsi untuk sementara waktu.

Menurut Hery, akses yang tertutup material longsor itu merupakan jalan alternatif.

Warga tetap bisa menuju Jalan SoekarnoHatta melalui Jalan Kemujung.

Akses lainnya adalah Jalan MT Haryono Gang 5 yang bisa tembus ke jalan raya di depan Swalayan Persada.

Sementara itu, Koordinator Satgas DPUPRPKP Kota Malang Heri Widodo menjelaskan, tembok di Polinema yang runtuh diperkirakan karena susunan batu dan kemiringan yang kurang kuat.

Besi tulangan di dalamnya juga kurang memadai.

Padahal, di dalam tembok terdapat saluran yang mengalirkan air menuju Sungai Brantas.

Untuk sementara, pihaknya baru bisa melakukan pema sangan garis polisi.

Penanganan lebih lanjut masih menunggu koordinasi bersama pimpinan dinas hari ini. (mel/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Ambrol #Polinema #kota malang alami deflasi #plengsengan