MALANG KOTA – Peristiwa tanah longsor terjadi di Jalan Kemantren Gang 1 RT 10 RW 3, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, pada Senin sore (3/3).
Dampaknya, tanah di bawah jalan akses permukiman warga membentuk rongga yang cukup besar dan panjang.
Akibatnya, jalan berbahan cor itu rawan ambles.
Hingga kemarin (4/3) belum ada perbaikan yang dilakukan.
Warga sengaja menaruh batang bambu dan ember di tengah jalan agar tidak dilewati.
Material tanah yang longsor juga masih berantakan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Malang Surya Adhi Nugroho mengatakan, longsor di Jalan Kemantren Gang 1 terjadi karena kondisinya tanah yang sudah labil.
Ditambah lagi pada Senin sore terjadi hujan.
”Akibatnya, tanah tidak mampu menahan gerusan air hujan dan ambrol pada pukul 15.20,” kata dia.
Berdasar pengukuran yang dilakukan BPBD Kota Malang, bagian yang ambrol memiliki luas sekitar 18 meter persegi.
”Sebagai antisipasi sementara, kami memberi bantuan kedaruratan berupa karung dan bambu untuk penahan longsor,” jelas pejabat eselon III B Pemkot Malang tersebut.
BPBD juga berkoordinasi dengan perangkat kelurahan dan kecamatan setempat.
Sementara itu, warga bernama Mulyono mengatakan, longsor terjadi pada saat hujan turun dengan deras.
Hujan bahkan menimbulkan genangan yang mengalir dari RT 9 dan RT 10.
Tinggi genangan mencapai 60 sentimeter.
”Setelah airnya terkumpul, akhirnya mengalir ke bawah dan menyebabkan tanahnya longsor,” terang dia.
Lelaki berusia 69 tahun itu menyebut longsor berlangsung secara perlahan.
Beruntung tidak sampai ada korban jiwa.
Sebab, pemilik rumah yang menyadari peristiwa itu segera menyelamatkan diri. (mel/fat)
Editor : A. Nugroho