RADAR MALANG – Akhir-akhir ini keadaan alam sedang tidak memungkinkan, musim hujan menyebabkan terjadinya luapan air yang mengganggu aktivitas masyarakat.
Salah satu luapan air yang terjadi pada Sungai Tuntang di tanggul Papanrejo, Gubug, Grobogan.
Luapan air tersebut menyebabkan banjir pada rel kereta api dan masuk ke bawah temporer yang sudah selesai dibuat.
Sebelumnya, pada tanggal 4 Maret 2025 pukul 09.45 terdapat genangan air juga pada jalur kereta antara stasiun Gubug – Tegowanu, jalur kereta Semarang – Cepu.
Baca Juga: Banjir Bekasi Sempat Sebabkan Kepadatan di Perlintasan KRL Hingga Pemadaman Listrik
Perjalanan kereta pada tanggal 4 Maret kemarin masih dapat dilalui satu jalur bergantian dengan pengawalan petugas di lokasi.
Pada tanggal 9 Maret 2025 terjadi kembali peluapan air yang semakin parah.
Banjir tersebut menyebabkan ditutupnya jalur kereta api antara stasiun Gubug – Karangjati pada pukul 05.27 WIB.
Luapan air yang sejak tanggal 8 Maret 2025 malam menggenangi rel di kilometer 32+6/7 tersebut mengakibatkan jalur tidak dapat dilalui kereta api.
Kejadian tersebut langsung segera ditangani oleh pihak KAI.
Baca Juga: Tanggap Bencana Banjir Jabodetabek, BRI Peduli Gerak Cepat Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak
Puluhan petugas dikerahkan untuk penanganan cepat agar jalur dapat segera ditangani dan perjalanan kereta api dapat kembali normal.
“Untuk keselamatan, jalur kereta api terpaksa kami tutup dan untuk sementara tidak bisa dilalui kereta api. Sehingga perjalanan kereta api, khususnya yang melewati jalur dari Semarang menuju Surabaya maupun sebaliknya akan terganggu,” ujar Franoto, manager humas KAI daerah operasi 4 Semarang.
Kedua jalur kereta tersebut tertutup luapan air yang mengalir deras, sehingga pihak KAI membatalkan beberapa perjalanan kereta api, seperti kereta api Kedung Sepur dengan nomor kereta 496 dan 495.
Selain pembatalan perjalanan, pihak KAI juga melakukan rekayasa pola operasi dengan memutar via jalur Gambringan – Gundih/Goprak – Brumbung, pada kereta api Blora Jaya dengan nomor kereta 261, kereta api Harina dengan nomor kereta 99, dan kereta api Ambarawa dengan nomor kereta 263.
Baca Juga: Rumah Lansia di Kelurahan Bareng Tergenang Banjir
Pihak KAI dalam unggahan sosial medianya memohon maaf kepada para penumpang yang terdampak dari kejadian ini.
Hingga pukul 11.44 WIB akhirnya jalur stasiun Gubug - Karangjati sudah dapat dilalui kereta api dengan kecepatan terbatas.
Kereta pertama yang melewati jalur tersebut adalah kereta Argo Bromo Anggrek.
Dalam unggahan informasi terbarunya, pihak KAI kembali meminta maaf kepada penumpang yang mengalami keterlambatan pada perjalanan kereta api tersebut. (fi)
Editor : Aditya Novrian