SIDOARJO - Sebanyak 12 desa di Kota Delta kembali terendam banjir.
Sudah empat hari genangan tersebut belum surut. Ketinggian air pun beragam, mulai 15-30 sentimeter (lihat grafis).
Di Jalan Joyoboyo, Desa Medaeng, Kecamatan Waru misalnya.
Jalan tersebut kemarin (10/3) masih terendam.
Sejumlah pengendara harus menuntun motor melewati banjir untuk mencegah kendaraannya mogok.
Yanuar, salah satu warga mengatakan bahwa banjir sudah menggenang sejak Jumat (7/3) sore selepas hujan deras.
“Saat itu air dari sungai Buntung mulai meluap. Banjirnya masih di Medaeng saja, yang sisi Pepelegi masih belum banjir,” ujarnya.
Baru pada Sabtu (8/3), hujan lebat menerjang wilayah Waru dan sekitarnya.
Air naik semakin tinggi.
Ketinggian air sempat mencapai 40 sentimeter.
Namun kemarin sudah berangsur berkurang.
Dirinya menyebut banjir disebabkan meluapnya air dari Sungai Buntung, Kali Sinir, dan Kali Bulak Dok.
“Tiga sungai itu saat ini volumenya masih tinggi, karena mendapat limpahan aliran dari wilayah Taman dan sekitarnya,” paparnya.
Tak hanya di Waru, banjir juga terjadi di dua desa di wilayah Taman.
Yakni di Desa Ketegan dan Kedungturi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo Mustain Baladan mengatakan bahwa di dua desa tersebut banjir memiliki ketinggian mencapai 30 sentimeter lebih.
Banjir diduga berasal dari luapan Sungai Buntung yang mengalir di wilayah Taman sampai Waru.
“Kami masih data lagi terkait jumlah rumah yang terdampak.
Kami juga koordinasikan dengan OPD dan Bupati Sidoarjo untuk penyiapan distribusi bantuan,” paparnya. (eza/uzi/adn)
Editor : A. Nugroho