KARANGPLOSO – Dalam sehari kemarin (26/3), Bumi Kanjuruhan dilanda dua kali kebakaran.
Pertama, kebakaran gudang kayu di Desa Karangnongko, Kecamatan Poncokusumo dan rumah di Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso.
Kerugian material ditaksir mencapai Rp 150 juta. Kejadian paling baru terjadi pada pukul 12.20 di Karangploso.
Sebuah rumah milik Agus Susanto, 38, warga RT 2, RW 3, Desa Ngenep hangus dilalap si jago merah.
“Waktu kejadian, saya sedang bekerja. Di rumah itu hanya ada anak dan istri saya,” terang Agus ditemui di lokasi kejadian kemarin.
Dia mengetahui rumahnya terbakar setelah dikabari tetangga.
Kobaran api tidak meng hanguskan seluruh isi rumah, melainkan hanya bagian kamar.
Di dalam kamar berukuran 8 x 7 meter persegi itu terdapat lemari berisi pakaian, kasur, dan televisi.
Dia memperkirakan, kejadian tersebut akibat korsleting listrik.
“Kemungkinan tadi (kemarin, 26/3) ada orang rumah yang mengisi daya ponselnya setelah itu ditinggal pergi,” ucap dia.
Warga sekitar yang mengetahui kobaran api sempat melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya.
Sekitar pukul 12.40, petugas pemadam kebakaran (damkar) Kabupaten Malang tiba di lokasi.
“Pukul 12.50 semua sudah selesai. Perkiraan kerugian Rp 50 juta,” kata Komandan Peleton (Danton) Damkar Kabupaten Malang Syaiful Anwar.
Kemudian lokasi lain yang kebakaran adalah gudang kayu di RT 10, RW 2, Dusun Nongkosewu, Desa Karangnongko, Keca matan Karangploso.
Tepatnya pada pukul 00.55 dini hari.
Kobaran api menghanguskan gudang kayu milik Tukiyo, 75.
Luasnya 10 x 20 meter persegi.
Kabid Pencegahan dan Penganggulangan Kebakaran (PPK) Satpol PP Kabupaten Malang Sigit Yuniarto mengatakan, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti.
Lantaran saat itu, sedang tidak ada orang di dalam kawasan tersebut.
“Yang diketahui adalah, titik api pertama berasal dari mesin potong kayu di dalam gudang. Kemudian yang mengetahui ada api itu anak pemilik gudang yang waktu itu ada di dekat lokasi,” kata dia.
Pemadaman membutuhkan waktu beberapa jam.
Sekitar 03.21 api dinyatakan sudah padam.
“Kerugian materi kami tafsir Rp 100 juta,” tandas Sigit.
Dia mengimbau agar masyarakat waspada terhadap hal-hal yang berpotensi memicu kebakaran.
Sebelum bepergian dan meninggalkan rumah misalnya, Sigit meminta warga memastikan kompor sudah mati.
Selain itu, juga disarankan mencabut saluran gas elpiji maupun peralatan yang menggunakan listrik. (biy/dan)
Editor : A. Nugroho