Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Keheningan Alam Saat Idul Fitri: Momen Spiritual yang Menyentuh Hati

A. Nugroho • Sabtu, 29 Maret 2025 | 04:35 WIB
Ilustrasi daun pada pohon
Ilustrasi daun pada pohon

RADAR MALANG – Idul Fitri selalu menjadi momen yang dinanti-nanti umat Muslim di seluruh dunia.

Idul Fitri bukan hanya identik dengan kegembiraan, silaturahmi, dan tradisi penuh makna, tetapi juga membawa suasana spiritual yang mendalam.

Salah satu fenomena yang sering dirasakan adalah keheningan yang menyelimuti alam saat Hari Raya, seolah-olah seluruh ciptaan tunduk bertasbih kepada kebesaran Allah SWT.

Pada pagi hari saat Idul Fitri menjelang pelaksanaan salat Eid, suasana akan berubah menjadi hening.

Baca Juga: Pemkot Malang Siapkan Lokasi Salat Idulfitri dan Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran

Tidak ada angin yang berhembus, daun-daun tampak diam, dan pohon-pohon seolah ikut berhenti bergerak.

Momen ini sering digambarkan sebagai bentuk harmoni antara manusia dan alam dalam menyembah Sang Pencipta.

Suara takbir yang menggemakan keagungan Allah SWT turut mempertegas suasana syahdu yang memenuhi hati setiap orang.

Fenomena ini sering kali menjadi pengingat hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan.

Di tengah euforia perayaan Lebaran, momen ini memberikan waktu untuk refleksi dan syukur atas karunia yang telah diberikan.

Baca Juga: Arus Mudik Lebaran 2025 di Malang Diprediksi Padat, Ribuan Kendaraan Bersiap Masuk dan Keluar Kota

Idul Fitri bukan hanya sekadar mengenai kemenangan setelah sebulan berpuasa, tetapi juga menjadi waktu untuk menyadari kehadiran Allah SWT dalam setiap aspek kehidupan.

Keheningan ini memiliki makna spiritual yang mendalam, mengingatkan manusia untuk selalu tunduk dan patuh kepada Sang Pencipta.

Fenomena ini tercatat dalam Al-Qur’an Surah Al-Isra’ ayat 44,

تُسَبِّحُ لَهُ السَّمٰوٰتُ السَّبْعُ وَالْاَرْضُ وَمَنْ فِيْهِنَّۗ وَاِنْ مِّنْ شَيْءٍ اِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهٖ وَلٰكِنْ لَّا تَفْقَهُوْنَ تَسْبِيْحَهُمْۗ اِنَّهٗ كَانَ حَلِيْمًا غَفُوْرًا ۝٤٤

“Langit yang tujuh, bumi, dan semua yang ada di dalamnya senantiasa bertasbih kepada Allah. Tidak ada sesuatu pun, kecuali senantiasa bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.”

Langit yang tujuh, bumi, dan semua yang ada di dalamnya yakni para malaikat, manusia, jin, dan makhluk lainnya baik yang berakal maupun yang tidak berakal senantiasa dan terus-menerus bertasbih kepada Allah dengan ucapan maupun keadaan yang menunjukkan kepatuhan dan ketundukan kepada hukum Allah.

Baca Juga: Mengungkap Fakta Menarik Dibalik Lagu Tanda Yura Yunita: Terdapat Lantunan Doa Habib Jafar

Dan tidak ada sesuatu pun dari mereka yang ada di langit dan di bumi melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, dengan caranya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka.

Mungkin tidak semua orang mengalaminya secara fisik, tetapi bagi mereka yang merasakannya, momen ini adalah bukti bhawa alam pun ikut bertasbih dalam kebesaran Allah SWT. (fi)

Editor : A. Nugroho
#lebaran #salat eid #alam #Bertasbih #Hening #idul fitri