KABUPATEN - Dua warga Dusun Jurangrejo, Desa Pandesari, Kecamatan Pujon harus melewatkan momen Lebaran.
Keduanya yakni A, 19, dan S, 12.
Petasan yang dibuat keduanya meledak pada 31 Maret lalu.
Dua warga yang masih berusia belasan tahun itu pun mengalami luka bakar sekitar 20 persen.
Setelah operasi, kemarin (3/4) keduanya diperbo lehkan pulang.
Selanjutnya, mereka bakal menjalani rawat jalan.
Tidak hanya melukai kedua korban, ledakan petasan yang terjadi pukul 21.00 itu juga menghancurkan sebagian rumah korban.
Tepatnya di bagian jendela dan atap.
Kini, jendela dan atap rumah tersebut belum diper baiki secara permanen.
Hanya ditutup dengan terpal.
Ledakan petasan bermula ketika kedua korban berencana membuat petasan sendiri setelah melihat tutorial di YouTube.
Kedua nya membeli bahannya di toko-toko kecil selama satu bulan belakangan.
”Saat kejadian, korban sedang memadatkan petasan yang dibuatnya dengan obeng dan palu,” ucap Plh Kasi Humas Polres Batu Aiptu Dony.
Saat itu seluruh penghuni rumah sudah tidur.
Namun tiba-tiba muncul percikan api yang meledakkan petasan.
Petasan yang meledak itu adalah rakitan kedelapan mereka.
Pada pembuatan pertama hingga ketujuh, korban merasa aman-aman saja saat memainkan petasan bua tannya.
Karena itu, keduanya meneruskan pembuatan petasan tersebut untuk dimainkan sendiri.
Setelah mengalami luka bakar di bagian wajah dan tangan, korban segera dibawa menuju Rumah Sakit (RS) Hasta Brata untuk mendapatkan pertolongan.
Keesokan harinya, tepatnya 1 April lalu, operasi peng angkatan residu petasan dilakukan.
Itu untuk meng hindari infeksi pada tubuh korban.
Setelah rawat inap selama tiga hari, keadaan korban berangsur membaik.
Keduanya sempat dijenguk Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata pada Rabu lalu (2/4).
Kemarin (3/4), keduanya sudah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan di rumah masing-masing.
”Dengan adanya peristiwa ini, semoga masyarakat sadar untuk tidak bermain petasan karena membahayakan,” harap Dony. (aff/by)
Editor : Aditya Novrian