Diduga Korban Mengalami Kekerasan sebelum Meninggal
GRESIK – Makam Nur Ainia, 24, dibongkar Tim Dokpol Polres Gresik dan Inavis Polda Jatim kemarin (14/4) pagi.
Selama tiga jam, jenazah ibu dua anak itu diperiksa kembali untuk mendalami dugaan penyebab kematian tak wajar.
Sebab, ada laporan dari keluarga bahwa terdapat luka-luka pada tubuh korban sebelum meninggal.
Ainia yang tinggal di Desa Ganggang, Kecamatan Balongpanggang itu meninggal pada Jumat (11/4) malam.
Awalnya dia disebut bunuh diri karena ada tanda jeratan di leher.
Kabar kematian Ainia itu diinfor masikan langsung oleh sang suami, M. Irfan, 26, kepada kelurga besar korban di Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng.
Jarak dua desa itu sekitar 20 menit perjalanan.
Jenazah Ainia dimakamkan Sabtu (12/4).
Kepala Desa Jogodalu Juwaminingsih mengungkapkan, setelah pemakaman selesai, pihak keluarga menggungkapkan sejumlah kejanggalan pada tubuh mendiang Ainia.
Kondisi tubuh ibu dua anak itu penuh dengan luka lebam.
Khususnya pada bagian badan dan kepala.
”Sudah melaporkan ke pihak ber wajib. Beberapa saksi juga telah diperiksa,” ungkap Juwaminingsih kemarin.
Kasatreskrim Polres Gresik AKP Abid Uwais AlQarni Aziz mengatakan, sudah menerima laporan dari keluarga korban.
Lantas tiga saksi yang sudah dimintai keterangan sejak Minggu (13/4).
Masing-masing dari pihak keluarga suami M. Irfan.
”Untuk suami tadi malam sudah dimintai ke terangan dan langsung dipulangkan,” ungkapnya.
Kemudian polisi memutuskan untuk ekshumasi jenazah Ainia untuk tujuan forensik.
”Ekshumasi dilakukan untuk mencari bukti bukti luka lebam yang dicurigai pelapor. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan,” terangnya.
Disinggung mengenai hasil visum luar pada jenazah, pihaknya enggan menyebut secara detail.
Meskipun, dari pantauan lapangan, terdapat bercak darah merah pada kain kafan bagian leher korban.
”Ekshumasi dan hasilnya nanti kami kirim ke dokter forensik dan labfor Polda Jatim untuk diuji. Nanti kami laporkan perkembangannya,” kata Abid. (yog/jun/adn)
Editor : A. Nugroho