KEPANJEN – Bencana pohon tumbang selama musim hujan tahun ini lebih banyak dibanding tahun sebelumnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mengungkap ada 25 kali pohon tumbang dalam kurun 110 hari, Januari hingga pertengahan April lalu.
Sedangkan tahun lalu, pada periode yang sama terjadi 17 peristiwa pohon tumbang.
Peristiwa terbaru terjadi pada 15 April lalu.
Sebuah dahan pohon Jolali di depan Stadion Kanjuruhan, Jalan Trunojoyo, Desa Kedungpendaringan, Kecamatan Kepanjen jatuh pada pukul 20.00.
Patahan dahan sepanjang 3 meter dengan diameter 10 sentimeter itu menimpa mobil Toyota Avanza yang parkir di bawahnya.
“Kejadian di depan Stadion Kanjuruhan tidak disebabkan cuaca, tapi memang dahan itu sudah lapuk,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan kemarin (20/4).
Satu jam sebelum kejadian, dia mengatakan, tidak ada hujan.
Angin juga berembus normal.
Peristiwa pohon tumbang tersebut merupakan kejadian ke 25 yang tercatat dan ditangani BPBD Kabupaten Malang.
“Kebanyakan peristiwa itu disebab kan karena cuaca buruk atau terkena hujan disertai angin. Hanya sedikit yang tumbang sendiri karena pelapukan,” kata Sadono.
Sadono mengimbau agar masyarakat lebih waspada.
Pasalnya, Bumi Kanjuruhan belum lepas dari ancaman cuaca ekstrem.
Prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kewaspadaan peningkatan cuaca ekstrem.
“Untuk yang prakiraan terkini kami belum menerima lagi, tapi tren masih terus turun hujan di waktu yang tidak menentu. Cuaca buruk masih bisa terus terjadi,” tandas dia. (biy/dan)
Editor : A. Nugroho