Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

11 Kecamatan di Kabupaten Malang Waspada Hujan Disertai Angin

Mahmudan • Rabu, 23 April 2025 | 17:44 WIB
CUACA EKSTREM: Hujan deras yang mengguyur Kepanjen pada akhir Maret lalu diperkirakan akan terjadi dalam sepekan ke depan. (BIYAN MUDZAKY/RADAR KANJURUHAN)
CUACA EKSTREM: Hujan deras yang mengguyur Kepanjen pada akhir Maret lalu diperkirakan akan terjadi dalam sepekan ke depan. (BIYAN MUDZAKY/RADAR KANJURUHAN)

KEPANJEN – Cuaca ekstrem masih mengintai Bumi Kanjuruhan hingga pekan depan, tepatnya 27 April 2025.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau waspada, termasuk mewaspadai ancaman angin kencang dan longsor.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Juanda memperkirakan, cuaca ekstrem berpotensi terjadi di Malang dan beberapa daerah lain di Jawa Timur.

Terutama di bagian utara dan tengah.

“Kabupaten Bojonegoro, Gresik, Lamongan, Pasuruan, Mojokerto, Situbondo, Tuban, Btar, Kediri, Malang, Pamekasan, Bangkalan, Sidoarjo, dan Surabaya,” ujar Kepala BMKG Stasiun Meterologi Juanda Taufik Hermawan kemarin.

Perkiraan tersebut mengacu adanya peralihan musim atau pancaroba.

Taufik menyebut, kondisi atmosfer terkini menunjukkan adanya belokan angin di laut Jawa dan gangguan gelombang equatorial rossby yang diperkirakan akan melintasi Jawa Timur.

Hal itu mengakibatkan peningkatan pertumbuhan awan-awan hujan yang intens.

Awan jenis cumulonimbus juga akan tumbuh lebih banyak karena kondisi atmosfer yang labil dan lembap dari lapisan bawah sampai tengah.

Khusus di Bumi Kanjuruhan, Taufik menyebut, hujan dengan intensitas tinggi akan terjadi tidak merata.

Hujan dengan intensitas sedang sampai deras disertai angin cenderung di bagian utara sampai ke tengah.

11 Kecamatan diminta untuk waspada.

“Yang intensitas sedang sampai tinggi diprediksi akan terjadi di Ponco kusumo, Tumpang, Karangploso, Singosari, Wajak, Turen, Bululawang, Tajinan, Pakisaji, Dau, dan Lawang,” terang Taufik. an hingga sedang.

Di antaranya meliputi Kepanjen.

Meski begitu, pihaknya meminta masyarakat agar lebih waspada.

Karena di wilayah yang diprediksi terjadi cuaca ekstrem akan sangat rentan terjadi bencana meteorologi.

Seperti banjir, tanah longsor, jalan licin, dan pohon tumbang.

“Juga berkurangnya jarak pandang saat berkendara,” tandas dia. (biy/dan)

Editor : A. Nugroho
#cuaca ekstream #BMKG #angin kencang #pancaroba #kanjuruhan