MALANG KOTA—Sebuah insiden kebakaran terjadi pada Rabu malam (23 April 2025) di sebuah ruko sekaligus gudang perlengkapan pecah belah milik Santosa yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur.
Hingga pukul 22.38 WIB, tim dari UPT Pemadam Kebakaran masih berusaha keras mengendalikan kobaran api.
Dilansir dari TribunJatim.com, kebakaran berhasil dipadamkan pada Rabu (23/4/2025) sekitar pukul 23.54 WIB.
Total delapan unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi kejadian, termasuk bantuan dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Malang.
Supangat, seorang petugas keamanan di sekitar area kejadian, mengungkapkan bahwa asap mulai terlihat untuk pertama kalinya sekitar pukul 19.45 WIB.
“Dilapori dari gudang bagian depan ada kepulan asap sekitar pukul 19.45 WIB. Saat itu saya sempat memastikan ada hawa panas, kemudian menghubungi owner-nya,” jelas Supangat pada hari Rabu (23/4/2025).
Berdasarkan informasi yang diterimanya, gudang itu menyimpan sejumlah kendaraan, antara lain pikap, motor, dan roda tiga.
Namun, jumlah pastinya belum dapat diketahui.
Selain itu, hambatan lain yang dihadapi adalah petugas tidak mampu menjangkau lantai dua dan tiga bangunan ruko.
Hal ini disebabkan karena tangga darurat yang terletak di bagian dalam bangunan telah rusak akibat meleleh karena kobaran api.
Oleh karena itu, tim pemadam lebih dulu fokus memadamkan sumber api yang berada di bagian depan ruko.
Setelah itu, mereka menggunakan tangga portabel untuk masuk lebih dalam ke bangunan dan melanjutkan pemadaman di lantai dua serta lantai tiga.
“Untungnya, tidak ada aktivitas orang di dalam, karena pukul 17.00 WIB sudah tutup, yang di dalam gudang ini pecah belah. Kemudian kobaran api merembet ke ruko sebelah yang merupakan toko kasur dan karpet,” jelasnya.
Kepala Operasional PMK Kota Malang, Anang Yuwono, menerangkan bahwa proses pemadaman sempat terhambat karena pintu harmonika ruko dalam keadaan terkunci rapat.
Akibatnya, petugas harus mendobrak pintu terlebih dahulu sebelum bisa memadamkan api.
“Titik apinya itu ada di area depan ruko, persis di dekat pintu. Di dalamnya, isinya macam-macam ada penanak nasi, setrika, dan alat-alat elektronik lainnya,” jelas Anang Yuwono.
Penyebab kebakaran belum dapat dipastikan, sebab saat ini petugas masih berkonsentrasi pada proses pemadaman dan pendinginan lokasi.
“Dugaan sementara diakibatkan korsleting listrik karena kondisi ruko yang tertutup rapat dan apinya berkobar dari dalam,” tutup Anang Yuwono. (Talita)
Editor : Aditya Novrian