MALANG KOTA - Kebocoran gas elpiji 3 kilogram diduga menjadi penyebab kebakaran sebuah rumah di Jalan Letjen Sutoyo Gang IV, Kecamatan Lowokwaru, Kamis sore (24/4) sekitar pukul 17.30.
Ada satu korban luka dari kebakaran itu.
Yakni Chrisna Wicaksono, pemilik rumah.
Yang bersangkutan dikabarkan mengalami luka bakar sekitar 60 persen.
”Saat ini korban masih dalam penanganan intensif,” kata Humas RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Malang, Dony Iryan Vebry Prasetyo.
Warga sekitar mengetahui kebakaran itu dari suara dentuman yang cukup keras.
Setelah keluar, mereka mendapati rumah milik Chrisna sudah terbakar.
”Kami sempat panik, mengingat pemilik rumah juga agen gas elpiji,” kata Fitra Ramadhan, salah satu warga di sana.
Dari informasi yang dia dapat, awalnya sang pemilik rumah selesai melayani salah satu pembeli.
Tabung gas kosong dari konsumennya itu kemudian dibawa ke belakang rumah untuk disimpan.
”Sepertinya tabung itu masih berisi gas dan mengalami kebocoran. Ketika sudah disimpan, pemilik kemudian menyalakan kompor di dapur,” jelas Fitra.
Kabar itu menjadi dugaan sementara warga sekitar.
Kobaran api membuat beberapa bagian rumah terbakar, mulai dari dapur, gudang belakang rumah, ruang tamu, hingga atap.
”Istri pemilik rumah kabarnya juga mengalami luka bakar di bagian kakinya. Anaknya selamat,” tambah Fitra.
Komandan Regu 2 UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kota Malang, Edy Susanto, menerangkan bahwa pihaknya memerlukan waktu satu jam untuk memadamkan api di rumah itu.
”Kerugian kurang lebih Rp 250 juta,” kata Edy.
UPT Pemadam Kebakaran menurunkan enam unit mobil pemadam dengan 25 personel.
Mereka membutuhkan sekitar 12 ribu liter air untuk melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi.
”Setelah melakukan pemadaman, kami lanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api lagi,” imbuh Edy. (wb1/by)
Editor : Aditya Novrian