KABUPATEN – Untuk kali kedua dalam sepekan terakhir, truk gandeng bermuatan tebu terguling di Jalan Raya Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, kemarin (3/5).
Truk itu sempat berjalan mundur karena tidak kuat saat melintasi tanjakan.
Polisi menduga sopir truk terlambat memindah gigi ke posisi lebih rendah, sehingga truk tidak kuat menanjak dan terguling di tikungan.
Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) polisi menyebutkan, truk Mitsubishi dengan nomor B 9372 UYX itu dikemudikan Riki Indra Riyanto, 21, warga Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.
Pagi itu, sekitar pukul 04.30, Riki mengemudikan truk dari arah barat.
Saat melintasi jalan menanjak setelah tikungan, tiba-tiba laju truk melambat.
Suara mesin truk juga terdengar meraung keras.
Laju truk akhirnya terhenti, bahkan kemudian malah berjalan mundur.
”Karena posisi jalan menanjak dan sedikit menikung, akhirnya bak truk kedua terguling ke kiri,” ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Malang Ipda Samsul Khoirudin.
Muatan tebu yang berada di bak belakang langsung tumpah menutupi badan jalan.
Sebagian juga masuk ke dalam jurang.
Beberapa truk yang ada di belakangnya terpaksa ikut berjalan mundur untuk menghindari tabrakan.
Kecelakaan tunggal itu mengakibatkan kemacetan total sepanjang 500 meter selama hampir satu jam.
Sebab, petugas harus memberlakukan mekanisme buka tutup jalan selama melakukan evakuasi truk yang terguling beserta muatannya.
Proses evakuasi membutuhkan waktu hampir 10 jam karena membutuhkan peralatan khusus.
”Sekitar pukul 13.00, truk sudah kembali ke posisi semula,” lanjut Samsul.
Tidak ada korban luka akibat kecelakaan tersebut.
Polisi juga belum bisa memastikan apakah ada unsur Over Dimension Over Loading (ODOL).
Tebu yang dibawa truk itu memang sangat banyak.
Namun, kapasitas truk dengan 10 roda memang mencapai belasan ton.
”Semuanya masih dalam penyelidikan,” imbuhnya.
Dugaan paling kuat adalah sopir terlambat memindah gigi.
Hal semacam itu kerap terjadi pada sopir pemula yang tidak terbiasa dengan jalanan curam.
Untuk itu pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar memilih pengemudi truk angkutan khususnya tebu dengan skill yang memadai.
Peristiwa serupa juga terjadi pada Rabu, 24 April lalu, sekitar pukul 05.00.
Saat itu, bak belakang truk gandeng pengangkut tebu juga terguling setelah gagal menanjak dan berjalan mundur.
Truk tersebut dikemudikan Budi Santoso, warga Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. (aff/fat)
Editor : Aditya Novrian