PAKIS – Hujan disertai angin kencang yang melanda Bumi Kanjuruhan pada Rabu lalu (7/5) memakan korban.
Belasan rumah rusak akibat terpaan angin dan pohon tumbang sampai menimpa pengendara sepeda motor. Di Pakis, kerusakan rumah terjadi di dua desa, yakni Pucangsono dan Mangliawan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat ada 11 rumah rusak, mayoritas di bagian atap. Sedangkan di Tumpang, seorang pengendara mengalami lukaluka lantaran tertimpa pohon.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan menerangkan, hujan disertai angin melanda kawasan Malang timur sejak pukul 14.00 sampai 18.00.
Baca Juga: Truk Tronton Terguling Timpa Dua Rumah di Sidoarjo
“Pukul 14.45 sudah mulai ada rumah yang rusak, tapi laporannya baru masuk ke kami sekitar pukul 18.29,” kata Sadono kemarin.
Sepuluh rumah rusak, semuanya berada di lingkungan RW 3 dan RW 10. Kerusakan didominasi atap rumah. Genting bertebaran dan plafon ambrol. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 19 juta untuk warga Pucangsongo.
Sedangkan yang di Mangliawan, hanya satu rumah yang rusak, yakni milik Narmi Winarsih, warga Dusun Jambon, Desa Mangliawan. Kerugian ditaksir mencapai Rp 20 juta.
”Tim dari BPBD sudah meninjau di dua lokasi tersebut. Kegiatan kerja bakti dan perbaikan sudah berlangsung,” terangnya.
Baca Juga: Penahan Tanah di Kecamatan Jabung Ambrol, Satu Rumah Rusak
Dari dua lokasi itu, dia menyebut, ada 2 rumah yang dinyatakan rusak berat dan harus diperbaiki secara keseluruhan.
“Yang di Pucangsongo atas nama Solihin, sama yang di Mangliawan. Kedua rumah itu terbilang tua dan sudah lapuk,” ujar dia.
Sedangkan terkait pohon tumbang, dia menyebut lokasinya di Jalan Raya Desa Bokor, Kecamatan Tumpang.
Pohon sengon setinggi 30 meter dan diameter 40 sentimeter menimpa pengendara motor Honda Vario dengan nomor polisi (nopol) N 4737 EBH. Korban adalah Endah Salindri, 26, warga Desa Jeru, Kecamatan Tumpang melintas. (biy/dan)
Editor : Aditya Novrian