"Dari klub Arema FC pasti akan memberikan hukuman (langsung) kepada pelaku.”
YUSRINAL FITRIANDI General Manager Arema FC
KABUPATEN-Manajemen Arema FC bersikap tegas menyikapi insiden pelemparan batu ke bus Persik Kediri, 11 Mei lalu.
Mereka akan menjatuhkan sanksi berat kepada oknum yang melakukan tindakan itu.
Singo Edan memastikan tidak setengah-setengah menghadapi insiden tersebut.
Baca Juga: Chaos di Kanjuruhan! Bus Persik Dilempari, Ini Kata Panpel Arema
”Dari klub Arema FC pasti akan memberikan hukuman (langsung) kepada pelaku,” kata General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi kepada Jawa Pos Radar Malang kemarin.
Respons itu merupakan upaya klub memberikan efek jera untuk oknum yang telah mencederai sportivitas.
Sekaligus, langkah serius Arema FC untuk ikut menjaga keamanan di sepak bola nasional.
Baca Juga: Siap meninggalkan Stadion Kanjuruhan, Kecewa dengan Insiden Pelemparan Bus Persik
Disinggung terkait jenis sanksi yang akan diberikan, Inal belum bisa memastikan untuk saat ini.
Manajemen klub masih akan menggodok hal tersebut.
Tujuan utamanya, hukuman dari Singo Edan bisa jadi bahan pembelajaran untuk semua.
Fokus klub pemenang Piala Presiden 2024 itu saat ini, mengetahui seperti apa identitas pelaku dan apa motif yang mendasari tindakannya.
Baru kemudian memutuskan jenis hukuman seperti apa yang akan didapatkan.
Tapi, tidak menutup kemungkinan memberi sanksi untuk oknum pelemparan batu bus Persik dengan larangan menonton laga Arema FC hingga masuk dalam stadion.
Seperti yang pernah dilakukan Persebaya Surabaya pada Maret lalu.
”Kami ingin mengetahui apa yang terjadi sebenarnya,” katanya.
Itu karena, terkait pengamanan klub sudah membuat perencanaan dengan matang bersama pihak terkait.
Artinya, sudah disiapkan antisipasi jauh-jauh hari sebelum laga.
Meski begitu, pria asal Malang itu juga masih menunggu arahan dari operator kompetisi PT Liga Indo nesia Baru (LIB) dan federasi.
”Kami juga perlu menunggu keputusan dari Komdis (Komisi Disiplin) PSSI terkait dengan insiden tersebut,” tambah dia. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho