MALANG KOTA – Satu korban dalam kecelakaan mobil jip wisata Bromo di Desa Gubuklakah, Kecamatan Poncokusumo, pada 12 Mei lalu akhirnya meninggal dunia.
Korban itu adalah Intan Sukmasari, 33, warga Kelurahan Ciateul, Kecamatan Regol, Kota Bandung.
Intan merupakan satusa tunya korban yang langsung dinyatakan kritis, sesaat setelah dievakuasi dari da lam mobil Toyota Land Cruiser yang jatuh ke jurang sedalam tiga meter.
Kabar meninggalnya Intan disampaikan oleh Kasubbag Hukum, Humas, dan Pemasaran RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Donny Iryan Vebry Prasetyo kemarin (16/5).
Menurut Donny, Intan meninggal pada pukul 10.50.
Pihaknya belum mengetahui detail yang menyebabkan Intan meninggal dunia.
Namun diperkirakan akibat luka pada kepala yang di alaminya akibat kecelakaan di Jalan Raya Gubugkalakah.
”Pasien mulai datang sampai dengan meninggal dalam keadaan koma, sehingga belum dapat dilakukan tindakan operative karena mempertimbangkan keadaan umum atau kondisi pasien,” ujarnya.
Sebelum meninggal, lanjut Donny, Intan sempat dirawat di Ruang Intensive Care Unit (ICU) karena kondisinya kritis.
Saat meninggal, korban juga masih berada di ruang ICU.
Selama perawatan di ruang ICU, korban didampingi suaminya, yakni Gilang Awan Senja Gumilang, 37, yang juga mengalami luka akibat kecelakaan.
Hasil pemeriksaan tim medis menunjukkan bahwa Intan mengalami luka parah pada bagian kepala.
Sementara Gilang mengalami luka robek di bagian telinga.
Gilang semula sempat dirawat di Rumah Sakit Sumber Sentosa.
Namun karena membaik, Gilang meminta rawat jalan sembari menunggui Intan di RSSA.
”Tuan G (Gilang) ini juga sempat masuk ruang P2, tapi akhirnya keluar dan menjalani rawat jalan,” terang Donny.
Informasi serupa diungkapkan Dwi Antok Pribadi dari Rumah Solusi yang mendampingi pasutri asal Bandung itu selama perawatan.
Menurutnya, kondisi Intan selama beberapa hari terakhir stagnan di garis kritis.
Meninggalnya Intan juga menjadi perhatian serius paguyuban jip wisata Bromo.
Bahkan, biaya pemulangan hingga pemula saran jenazah di bantu oleh paguyuban.
”Saat ini kedua belah pihak juga sedang melakukan upaya mediasi,” tegasnya.
Setelah jenazah dikemas dalam peti, relawan bersama perwakilan keluarga yang mendampingi langsung menuju Bandara Abdul rachman Saleh pada pukul 16.20.
Selanjutnya jenazah dikirim ke Kota Bandung menggunakan pesawat pada pukul 19.00.
Di tempat lain, Kanit Gakkum Satlantas Polres Malang Ipda Samsul Khoirudin menjelaskan, proses penanganan kecelakaan masih berlangsung.
Pihaknya juga sedang memeriksa tujuh korban lain yang berada di dalam mobil jip.
Hingga kini, pihaknya menyebut kalau kecelakaan diduga terjadi karena sopir mengalami microsleep.
”Nanti kalau sudah ada perkembangan kami sampaikan,” ucapnya. (mel/fat)
Editor : Aditya Novrian