RAUT wajah Hamim, 42, dan Suningsih, 30, tampak sayu. Keduanya tidak dapat menyembunyikan kesedihan saat menyambut perwakilan Pemkot Malang di kediaman mereka, di Jalan Kyai Parseh Jaya RT 2 RW 5, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, kemarin (17/6). Dalam kunjungan itu, pemkot juga mendapat informasi kalau Nia Mualidia sebenarnya baru Senin lalu (16/6) bermain ke sungai.
Nia adalah anak pertama pasangan Hamim dan Suningsih. Menurut cerita yang disampaikan Lurah Bumiayu Mutho Sobirin, musibah yang menimpa Nia bermula sekitar pukul 09.30 sampai 10.00. Saat itu, korban diduga ikut kedua saudaranya yang berinisial NO dan AR. ”Ketiganya bermain di tepi Sungai Brantas,” cerita Mutho.
Sebelumnya, Nia tidak pernah bermain di air. Dia lebih sering mengaji saat sore hari. Pada saat kejadian, orang tua Nia sedang tidak berada di rumah. Keduanya sedang kontrol ke rumah sakit. Sementara NM, NO, dan AR berada di rumah dengan nenek mereka. ”Kemungkinan sedang tidak terawasi oleh neneknya, hingga musibah tersebut terjadi,” imbuh Mutho.
Bocah perempuan yang akan naik ke kelas 4 SD itu satu sekolah dengan NO dan AR di TPQ Irsyadul Ibad di Jalan Brambang, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang. Namun ketiganya berbeda jenjang pendidikan. Setelah kejadian hanyutnya korban, kondisi NO dan AR belum stabil sepenuhnya. Trauma masih dirasakan keduanya.
Terutama oleh NO yang sebelumnya juga ikut terseret arus. Namun NO berhasil menyelamatkan diri. AR sempat menunjukkan lokasi korban terakhir kali terlihat kepada perangkat setempat.
Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan kalau pihaknya berkunjung untuk memastikan kondisi keluarga korban. Pihaknya juga berkunjung ke posko pencarian yang tidak jauh dari kediaman korban. Ada puluhan relawan bersama petugas dari Unit SAR Malang Raya yang turut membantu pencarian.
Wahyu menyatakan bahwa kejadian hanyutnya korban merupakan pelajaran bersama. Dia mengimbau agar orang tua aktif mengawasi anak-anaknya. Terutama mereka yang memiliki kediaman di dekat sungai. ”Karena kita tidak tahu kapan datangnya musibah. Saya berharap pihak kelurahan maupun kecamatan juga terus memberikan sosialisasi,” tegas dia. (mel/by)
Editor : A. Nugroho