Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Belum Ditemukan, Pencarian Bocah Hanyut asal Kedungkandang di Sungai Brantas Memasuki Hari Ketujuh

Bayu Mulya Putra • Minggu, 22 Juni 2025 | 17:15 WIB
BELUM DITEMUKAN: Proses pencarian bocah hanyut dilakukan lewast jalur air dan darat. Pencarian dilakukan hingga radius 25 kilometer dari titik awal hilangnya korban.
BELUM DITEMUKAN: Proses pencarian bocah hanyut dilakukan lewast jalur air dan darat. Pencarian dilakukan hingga radius 25 kilometer dari titik awal hilangnya korban.

MALANG KOTA - Proses pencarian bocah bernama Nia Maulidia, 10, warga RW 5, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang memasuki hari keenam, kemarin (21/6).

Seperti diketahui, korban dikabarkan hanyut di aliran Sungai Brantas di sekitar kediamannya pada Senin lalu (16/6). Proses pencarian melibatkan sekitar 100 personel gabungan. 

Setiap hari, mereka berpencar ke sejumlah titik. Kemarin, pencarian mulai dilakukan sejak pukul 08.00 hingga pukul 16.00.

Ratusan personel itu dibagi dalam enam Search and Rescue Unit (SRU). Masing-masing RSU diisi lima personel yang melakukan pencarian melalui jalur darat dan air. 

Total ada tiga unit perahu karet dan satu perahu rafting dikerahkan pada pencarian hari keenam. ”Untuk wilayah pencarian tidak kami perluas lagi,” ujar Ketua Koordinator Unit Siaga SAR Malang Raya Yoni Fariza Krisbawanto.

Pihaknya memfokuskan titik pencarian dari tempat kejadian perkara hingga Bendungan Sengguruh di Kecamatan Kepanjen. 

Radius paling jauh dari titik hilangnya korban sekitar 25 kilometer. Hanya personel yang ditambah agar jangkauan pencarian semakin intens. SRU 1, 2, 3, 4, dan 6 fokus melakukan pencarian di air. Masing-masing perahu yang berjalan diisi lima petugas. 

Sementara SRU 5 fokus menyusuri jalur darat. SRU 5 yang paling banyak ditambah personel karena pencarian tidak membutuhkan alat khusus seperti perahu. Mereka fokus menyisir tepi sungai dengan dibagi beberapa regu dari TKP hingga Bendungan Sengguruh. 

Awal mula pencarian, tim di lapangan menghadapi tantangan medan terjal berbatu. Selain itu juga banyak tumpukan sampah yang menghalangi perahu. Namun saat ini tim sudah mulai terbiasa dengan medan yang ada. 

Hari ini (22/6) merupakan hari ketujuh pencarian bocah yang hilang. Berdasar Peraturan Kepala BNPB Nomor 13 Tahun 2010 tentang Pedoman Pencarian, Pertolongan, dan Evakuasi, pencarian bisa dihentikan maksimal pada hari ketujuh sejak kejadian.

”Besok (hari ini) kami melakukan pencarian sampai pukul 16.00. Kalau tetap nihil, terpaksa ditutup sesuai prosedur,” pungkas Yoni. (aff/by)

Editor : A. Nugroho
#Hanyut #pencarian #korban #sungai #brantas