RADAR MALANG - Kota-kota di Indonesia dan berbagai belahan dunia Islam bersiap menyambut datangnya 1 Muharram 1447 Hijriah, yang tahun ini jatuh pada Jumat, 27 Juni 2025.
Tanggal tersebut menandai pergantian tahun dalam kalender Hijriah dan dikenal sebagai Tahun Baru Islam.
Tidak seperti perayaan tahun baru Masehi yang identik dengan pesta dan kembang api, Tahun Baru Islam lebih dimaknai sebagai momen refleksi, hijrah spiritual, dan pembaruan diri.
Secara historis, penetapan 1 Muharram sebagai awal tahun Hijriah bermula pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab.
Baca Juga: 4.800 Camaba Daftar Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim lewat UMPTKIN
Saat itu, atas usulan Gubernur Basrah, Abu Musa al-Asy’ari, Umar menetapkan sistem penanggalan Islam yang dimulai dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Meskipun hijrah terjadi pada bulan Rabi’ul Awwal, para sahabat sepakat menjadikan bulan Muharram sebagai awal tahun karena berdekatan dengan momen Bai’at Aqabah, tonggak awal hijrah secara administratif.
Bulan Muharram sendiri merupakan salah satu dari empat bulan suci dalam Islam, bersama Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Rajab.
Dalam bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh, menjauhi pertikaian, dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Baca Juga: Keheningan Alam Saat Idul Fitri: Momen Spiritual yang Menyentuh Hati
Berbagai kegiatan keagamaan rutin digelar untuk menyambut 1 Muharram, seperti pembacaan doa akhir tahun dan awal tahun, tausiah, zikir bersama, hingga pawai obor yang meriah namun tetap sarat makna.
Doa akhir tahun biasanya dibaca setelah salat Ashar pada 29 Dzulhijjah, sedangkan doa awal tahun dibaca setelah Maghrib pada malam 1 Muharram.
Selain itu, banyak umat Islam yang memanfaatkan momen ini untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri, mengevaluasi amal ibadah selama setahun terakhir, dan menetapkan niat baru untuk menjadi pribadi yang lebih baik di tahun yang akan datang.
Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian angka dalam kalender, tetapi juga momentum untuk memperkuat identitas keislaman dan menumbuhkan semangat hijrah untuk berpindah dari keburukan menuju kebaikan. Dengan semangat ini, 1 Muharram menjadi hari yang penuh harapan dan doa bagi umat Muslim di seluruh dunia. (fi)
Editor : Aditya Novrian