Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Gudang Es Krim Terbakar di Pakis, Rp 1,5 Miliar Melayang

A. Nugroho • Senin, 7 Juli 2025 | 02:00 WIB
MILIK WARGA PACITAN: Petugas Damkar Kabupaten Malang membutuhkan waktu 1,5 jam untuk memadamkan api yang membakar gudang es krim di Desa Mangliawan, Pakis, Jumat malam (4/7).
MILIK WARGA PACITAN: Petugas Damkar Kabupaten Malang membutuhkan waktu 1,5 jam untuk memadamkan api yang membakar gudang es krim di Desa Mangliawan, Pakis, Jumat malam (4/7).

MALANG - Estimasi nilai kerugian dari terbakarnya gudang penyimpanan es krim di Kecamatan Pakis pada Jumat malam (4/7) tampak meningkat. Awalnya, Damkar Kabupaten Malang mengestimasi nilai kerugian di angka Rp 950 juta. Kemarin (5/7), setelah polisi melakukan olah TKP, estimasinya meningkat jadi Rp 1,5 miliar.

”Kami menghitung semuanya. Termasuk kerusakan bangunan,” kata Kapolsek Pakis AKP Suyanto. Di dalam gudang yang berlokasi di Jalan Industri Wendit, Desa Mangliawan itu ada 150 freezer. Juga ada stok es krim di dalamnya yang ikut terbakar.

Dari informasi yang dihimpun polisi, diketahui bahwa gudang itu milik Langgeng Laksono, 34, warga Desa Donorojo, Kabupaten Pacitan. Saat terbakar sekitar pukul 18.26, beberapa ledakan sempat terdengar dari bangunan dengan luas 400 meter persegi tersebut. Kemungkinan besar ledakan berasal dari freezer.

Sebelum kebakaran terjadi, kisaran pukul 18.00, salah satu karyawan bernama M. Seto Aji masih berada di depan pintu gudang. Posisi gudang saat itu sudah tertutup dan dia sedang menunggu jemputan. Tak berselang lama, Aji saat itu merasakan hawa panas dari balik pintu.

Aji segera membuka pintu dan mendapati api sudah membakar separo gudang. Dia lantas meminta bantuan karyawan lain yang juga menunggu jemputan untuk memadamkan api. ”Sudah menggunakan tujuh APAR dan air keran, tapi api semakin membesar,” tambah Suyanto.

Menurut kesaksian Aji, api pertama kali terlihat dari tumpukan freezer es krim yang masih tersegel. Puluhan freezer itu belum dialiri listrik. Diduga kuat, terjadi korsleting listrik di area stop kontak di belakang tumpukan freezer itu. Selang lima belas menit, tiga unit mobil Damkar turun membantu proses pemadaman.

”Butuh waktu 1,5 jam bagi kami untuk memastikan api benar-benar padam,” ujar Syaiful Anwar, anggota Damkar Kabupaten Malang. Petugas sempat kesulitan karena beberapa kali terjadi ledakan dari freezer di dalam bangunan. Baru sekitar pukul 21.00 petugas selesai melakukan proses pendinginan. (aff/by)

Editor : A. Nugroho
#kebakaran #gudang #Pakis