Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Atasi Banjir Rob, Pemkot Surabaya Rancang Tanggul Laut

Aditya Novrian • Kamis, 17 Juli 2025 | 17:14 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

SURABAYA – Banjir akibat luapan air laut melanda hampir tiap bulan di Surabaya. Persoalan rutin itu sedang dicari jalan keluar oleh Pemkot Surabaya melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya. Salah satunya dengan pembangunan tanggul laut.

Kabid Drainase DSDABM Surabaya Windo Gusman Prasetyo mengatakan, pasang air laut kerap sampai meluap ke daratan menimbulkan banjir rob, terutama di wilayah pesisir. Pembuatan tanggul laut menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan tersebut. Windo menyebut Surabaya membutuhkan tiga tanggul laut. Yaitu di pesisir Kenjeran, Gunung Anyar, dan Kalianak, Asemrowo. Melihat banjir rob kerap terjadi di lokasi tersebut.

”Tanggul laut dapat menampung air laut ketika pasang. Sehingga air tidak sampai meluber ke darat. Tapi, pembuatan tanggul laut membutuhkan anggaran cukup besar. Yaitu Rp 100 miliar per meter,” ujar Windo kemarin.

Besarnya anggaran membuat proyek tanggul laut itu belum bisa terealisasi dalam waktu dekat. Meskipun wacana pembangunan tanggul laut itu sudah muncul sejak 2022. Saat itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berkirim surat ke Presiden Joko Widodo. Sementara proyek giant sea wall di pantai utara Jawa sudah tercantum pada proyek strategis nasional sesuai Perpres 12/2025 tentang RPJMN.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Aning Rahmawati mengatakan pembuatan tanggul laut dinilai tepat dalam pencegahan banjir rob. Namun, untuk mewujudkan memakan waktu cukup lama dan biaya tinggi. Langkah lain bisa dengan normalisasi di perairan laut.  ”Sejumlah titik perairan laut dalam kondisi dangkal. Karena itu harus dinormalisasi,” jelas dia. (ian/jun/adn)

 

Editor : A. Nugroho
#Banjir #DSDABM Surabaya #pemkot surabaya #luapan air laut