KABUPATEN – Peristiwa pilu terjadi di Dusun Tegalrejo, Desa Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, kemarin pagi (22/7). Sepasang suami istri, Arik Wicaksono, 41, dan Iin Handayani, 39, meninggal dalam kondisi mengenaskan. Arik ditemukan tak bernyawa dalam kondisi gantung diri. Sementara Iin mengalami banyak luka tusuk dan sayatan hingga akhirnya meninggal di rumah sakit.
Hingga tadi malam belum ada kesimpulan tentang latar belakang kematian pasutri tersebut. Namun, para tetangga menduga peristiwa itu bermula dari pertengkaran rumah tangga. Arik yang emosi membunuh istrinya menggunakan senjata tajam. Setelah itu dia mengakhiri hidup dengan gantung diri.
Paman Iin yang bernama Sarmat, 50, mengaku masih bertemu dengan keponakannya itu pada pukul 06.30. Saat itu Iin sedang mengantarkan dua anaknya ke sekolah. Iin yang diketahui juga menjadi penjual makanan ringan di sekolah kembali ke rumah pukul 07.00. ”Setelah itu saya pergi bekerja,” kata Sarmat.
Sekitar pukul 09.00, Sarmat mendapat kabar bahwa Iin dalam kondisi kritis. Sedangkan Arik sudah meninggal karena gantung diri. Sarmat pun bergegas pergi ke rumah keponakannya itu dan mendapati sudah banyak warga berkerumun. ”Saya temukan korban dalam kondisi mengenakan jaket. Dia tidak sadarkan diri, seperti koma,” imbuhnya.
Sarmat kemudian berinisiatif membuka jaket yang dikenakan Iin. Betapa kagetnya dia saat melihat beberapa luka akibat benda tajam di tubuh keponakannya. Di antaranya, luka tusuk di dada kanan, perut sebelah kanan, paha sebelah kiri, dan luka sayatan di lengan kiri. ”Lukanya terbuka, yang luka sayat di tangan juga seperti kulit yang terbuka,” jelas Sarmat.
Dalam kondisi panik, Sarmat berusaha tenang dan menyiapkan mobil untuk membawa Iin pergi ke rumah sakit. Dia masih berharap nyawa keponakannya bisa diselamatkan. Sarmat juga sempat melihat tubuh Arik tergantung di kamar belakang rumahnya. ”Korban perempuan saya bawa ke RSUD Lawang. Setelah diperiksa, korban dinyatakan sudah meninggal dunia,” terangnya.
Terkait dugaan peristiwa itu adalah pembunuhan yang dilanjutkan dengan bunuh diri, Sarmat mengaku belum mendapat kabar pasti. Tapi dia mengakui ada warga yang menduga bahwa Arik bertengkar dengan Iin sebelum keduanya meninggal dunia. ”Yang kita tahu, korban perempuan memang yang suka sambat (mengeluh) tentang suaminya,” terang Sarmat.
Informasi lain yang diterima Sarmat, ada tetangga yang melihat Arik sedang mengasah pisau sebelum kejadian. Warga menduga Arik telah merencanakan pembunuhan dan bunuh diri tersebut. “Tapi itu hanya dugaan tetangga,” bebernya.
Sarmat menambahkan, Arik memang pribadi yang jarang berkomunikasi dengan tetangga. Dia juga jarang terlihat di rumah karena bekerja sebagai pekerja proyek. “Jadi saya kurang mengenal pribadi suaminya (Arik) seperti apa,” tambah Sarmat.
Sementara itu, Kapolsek Lawang AKP H Mohammad Lutfi mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi dari perangkat desa pada pukul 08.48. Awalnya polisi hanya mendapat laporan ada pria gantung diri. “Sampai di lokasi kejadian, yang kami dapati tidak hanya orang gantung diri. Tetapi juga perempuan yang terluka,” kata Lutfi.
Lutfi membenarkan bahwa Iin mengalami luka di bagian perut. Namun dia belum bisa memastikan luka tersebut disebabkan oleh benda seperti apa. “Kami masih menunggu hasil dari visum et repertum,” ujarnya.
Untuk sementara, polisi sudah melakukan pemeriksaan terhadap pria bernama Kasum. Dia adalah orang tua Iin. Rumahnya bersebelahan dengan rumah korban. Pagi itu, Kasum pergi ke belakang rumah untuk memberi pakan ayam. Saat kembali ke dalam rumah, dia mendengar suara anaknya merintih di dalam kamar. Kemudian Kasum masuk ke dalam rumah dan menemukan anaknya dalam kondisi luka penuh darah.
”Saksi kemudian keluar dan berusaha minta bantuan tetangga agar membawa korban ke rumah sakit,” beber Lutfi. Kasum juga langsung mencari Arik ke berbagai ruangan. Sebab, sebelumnya dia melihat di rumah itu ada Arik dan kedua anaknya. Ternyata Arik sudah meninggal dalam kondisi menggantung di kamar belakang.
Tadi malam polisi sudah mendapat petunjuk awal kasus tersebut. Dimulai pada Senin lalu (21/7), sekitar pukul 17.00, Arik Wicaksono pulang ke rumah setelah bekerja. Malamnya terjadi pertengkaran dengan Iin lantaran Arik tidak diizinkan meminjam motor. Iin khawatir suaminya itu tidak pulang setelah dipinjami motor. Meski demikian, informasi itu belum bisa dijadikan dasar menetapkan kasus tersebut sebagai pembunuhan.
”Kami akan lakukan pemeriksaan kepada orang tua korban, anak, dan sebagian tetangga,” pungkas Lutfi. (yad/fat)
Editor : A. Nugroho