SIDOARJO - Aksi guru menampar siswa di SMK Yapalis Krian berakhir damai. Pihak orang tua siswa dan guru sepakat melakukan mediasi pasca video penamparan yang terjadi di sekolah pada Rabu (6/8) viral di media sosial.
”Jadi sudah diselesaikan damai. Dari orang tua siswa dan guru sudah sepakat damai setelah mediasi pada Sabtu (9/8),” kata Kepala SMK Yapalis Krian Vulkan Abriyanto kemarin (10/8). Proses tersebut juga dihadiri pengacara dan tokoh masyarakat. ”Murid sudah meminta maaf kepada guru,” imbuhnya.
Terjadi di Sekolah
Video berdurasi 15 detik yang memperlihatkan aksi seorang guru menampar siswa di kelas viral di media sosial pada Jum’at (8/8) siang. Vulkan mengatakan, peristiwa itu terjadi di sekolahnya pada Rabu (6/8) sekitar pukul 15.30.
Korban berinisial RA, 17, dan merupakan siswa kelas XII. Vulkan mengungkapkan, mulanya RA meminta izin ke toilet di jam pelajaran. Namun, remaja 17 tahun itu justru ke kantin untuk makan.
Guru-Murid Sempat Cekcok
Seorang guru berinisial R, sekaligus wali kelas saat itu sedang lewat. Saat berpapasan dengan RA, guru tersebut langsung menegur. Akan tetapi RA malah naik ke lantai dua sambil membawa makanan.
Menurutnya, kondisi saat itu sudah sore, guru juga lelah sehingga emosi tidak bisa terkendali dan aksi keluyuran tersebut bukan yang pertama kali. Guru dan murid pun cekcok. ”Anak ini sudah beberapa kali melakukan hal serupa meski sudah dibina, mungkin saat itu gurunya sudah lelah,” ujarnya.
Terekam Kamera
Momen penamparan itu direkam oleh teman sekelas korban. Vulkan juga sudah mendalami penyebaran video itu tanpa izin. Menurutnya, kejadian di sekolah seharusnya dikomunikasikan terlebih dahulu kepada pihak kepala sekolah.
Pihak sekolah berharap persoalan ini tidak berlarut dan dapat diselesaikan secara kekeluargaan. ”Kami ingin situasi kondusif dan hubungan guru-siswa tetap terjaga,” katanya. (eza/uzi/dre)
Editor : A. Nugroho